Siwon dan dan sang istri pun pamit dari rumah Tiffany.
"Secepat nya kami akan memberi kabar kapan pernikahan mereka dilaksanakan" tutur Siwon.
"Ya tuan Choi, saya tunggu kabar baik nya" balas Tiffany, mereka pun berjabat tangan.
"Karina, ayo kita pulang sayang" panggil sang mama, gadis kecil itu pun menoleh pada sang ibu.
"Unnie, pulang" pamit nya.
"Iya, hati-hati ya" balas Rose, kedua nya lalu berpelukan singkat.
"Bye unnie" Karina melambaikan tangan nya pada Rose, yang membalas nya sambil meneteskan air mata, karena berpikir jika ia tidak akan menikah dengan Rio.
"Aku iba sekali pada nya oppa" gumam Yoona, yang melihat Rose mengusap air matanya dengan kasar
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mudah-mudahan anak kita mampu membahagiakan dia nanti, Rose adalah gadis yang baik" puji Siwon.
Rose berjalan dengan tergesa menuju ke rumah nya, Tiffany masih berdiri diambang pintu utama, sang putri menunduk menyembunyikan wajah sembab dan rasa kecewa nya pada sang ibu, saat ia melewati Tiffany
"Eomma menerima lamaran nya kali ini" beritahu Tiffany, Rose langsung menghentikan langkah nya, ia terkejut, dan menatap tak percaya pada sang ibu.
"Secepat nya mereka akan memberitahu kapan hari pernikahan kalian akan dilaksanakan" imbuh nya.
"Eomma" tangis Rose pun pecah sambil memeluk sang ibu, ia tentu lega dengan keputusan Tiffany yang akhir nya mau menerima lamaran keluarga Rio.
Karina tertidur sepulang dari rumah Rose, padahal dia belum makan siang, sang ayah menidurkan nya di kamar sang putri, Rio sedang bersantai di teras belakang, sambil melihat hasil pemotretan nya tempo hari.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sayang, tolong panggil Rio, kita bicara diruang kerja ku ya" perintah Siwon pada sang istri.
"Ya oppa" Yoona pun ke teras belakang karena melihat bayangan sang putra di sana.