Rose duduk dalam sebuah acara yang ia hadiri, Jaehyun bersiaga di belakang nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rio yang duduk tepat di seberang Rose pun merasa panas, cemburu sudah pasti, tapi ia berusaha untuk menahan nya, karena tak ingin merusak acara, Rio sudah mulai berpikir dewasa seperti nya, tatapan nya tajam menusuk tapi Rose acuh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jadi ini yang kamu rasakan selama ini Rose?" Batin Rio
"Rasa nya sakit dan menyiksa, pantas jika kamu menyerah, tapi aku tidak, aku akan membawa mu pulang Rose, maaf jika aku terlambat menyadari nya, sekarang aku tahu rasa nya berada diposisi mu" batin Rio nyaris menangis.
Rio tak lagi mengirim uang pada Sohee, gadis itu tentu kelimpungan, menghubungi Rio tak diangkat, mengirimi nya pesan tak dibalas, jadi jalan satu-satu nya adalah menemui Rio secara langsung.
Key sedang di mobil Rio, bersama supir, bersiap untuk pulang dari gedung agensi setelah menyelesaikan pemotretan indoor, Rio keluar sendirian dari lobby, menunggu mobil nya datang di drop out.
Set
Rio terkejut karena tiba-tiba Sohee menarik tangan kanan nya dan menyeret ke sudut drop out yang gelap dibalik pilar besar, guna menghindari cctv.
"Oppa, kenapa susah sekali dihubungi?" Cerca Sohee.
Plak
Rio menepis kasar tangan Sohee yang mencengkeram pergelangan tangan nya.
"Siapa kamu?" Kesal Rio yang mulai sadar jika ia hanya dimanfaatkan dan di bodoh-bodohi oleh Sohee
"Oppa, kamu belum mentransfer ku minggu ini" rengek Sohee.
"Bukan urusan ku, urus saja hidup mu sendiri, mulai sekarang, jangan ganggu aku lagi" tegas Rio.
"Oppa kamu lupa kita pernah. . ."
Set
Rio mencengkeram leher Sohee dengan tangan kanan nya, wajah Rio sudah memerah.
"Kita tidak pernah melakukan apa-apa, kejadian di toilet night club, aku tahu hyung Key sudah lebih dulu menyelematkan ku sebelum semua nya terjadi, jangan memanfaatkan ketidaktahuan ku, karena sekarang, kebusukan mu sudah terbongkar, menjauhlah dari ku" Rio mendorong Sohee dengan kasar, ia lalu berjalan cepat menuju ke mobil nya yang baru saja hendak menyusul Rio, usia belia, tekanan hidup membuat Rio bisa saja bersikap kasar jika ia terus di desak, jika Sohee masih mengejar, bukan tak mungkin Rio bisa saja melukai, tapi beruntung, gadis itu hanya terdiam sambil menangis tak percaya menatap Rio yang telah berubah sikap pada nya.