Rose gelisah, ia tak tahu harus mulai dari mana untuk mengajak sang suami bicara, Rio sendiri hanya diam duduk di sofa samping ranjang Rose.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rose menoleh menatap Rio yang sedang memainkan ponsel nya.
"Oppa" panggil Rose ragu
"Ya Rosie?" Rio langsung meletakan ponsel nya dan menatap sang istri serius.
"Aku tidak bisa tidur" adu nya, Rio tentu senang mendengar sang istri mulai mengajak nya bicara, ia lalu mendekati ranjang Rose dan duduk disamping nya.
"Kenapa? Kamu lapar?" Rose menggeleng
"Haus?" Rose kembali menggeleng
"Lalu?" Tanya Rio lagi
"Aku tidak tahu oppa" jawab Rose
"Aku temani ya?" Ijin Rio yang selama seminggu ini hanya tidur di sofa, Rose mengangguk, Rio pun segera berbaring disamping sang istri
"Bekas jahitan ku mulai terasa gatal oppa" beritahu nya.
"Berarti sudah mulai mengering" balas Rio, ia lalu mengusap-usap pelan perut Rose dari luar baju nya, dan hal itu akhir nya membuat sang istri mulai terlelap.
Pagi nya
Srek
Rio membuka tirai dikamar Rose dan membuat nya terbangun karena silau.
"Selamat pagi" sapa Rio
"Ayo bangun, aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu" kata Rio lagi.
"Setelah sarapan, kita pompa lagi asi nya, Rio Kecil pasti sudah menunggu" mendengar nama sang bayi di sebut, Rose pun segera terduduk, Rio membantu nya.
Dan kemudian Rio membawakan asi sang istri yang hanya 20cc kali ini, sepulang dari rumah sakit, ia pun menunjukan foto bayi nya pada Rose.
"Lihat lah, anak kita Rose" tunjuk Rio
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Saat aku datang tadi, perawat tengah mengganti popok nya, jadi aku meminta ijin untuk mengambil foto nya, beruntung aku di ijinkan" cerita Rio, Rose menangis terharu melihat perjuangan bayi kecil nya.