36. Bagaimana Rasanya?

1.6K 194 59
                                        

Rio tentu tak bisa mengejar Rose karena terbentur jadwal kerja nya, padahal dia sangat ingin bertemu dengan mantan istri nya itu, malam nya ia pulang lebih awal, Rio tak bersemangat untuk bekerja semenjak ia berpisah dengan Rose, ia menemukan sang papa dan mama nya duduk menonton tv, saat Rio masuk, mereka pun segera berdiri hendak memasuki kamar nya.

"Pa, ma" panggil Rio.

"Ya boy?" Jawab sang ayah.

"Kemana Rose? Kenapa dia tidak pulang ke rumah ini?" Tanya Rio yang tak bisa lagi nemendam rasa penasaran nya.

"Kenapa kamu menanyakan nya?" Heran sang mama.

"Ya karena Rose kan istri nya Rio ma" jawab sang putra tanpa dosa.

"Bukan kah istri mu adalah Sohee?" Tanya sang ayah, Rio mengerutkan kening nya tak percaya

"Kamu lebih perhatian pada Sohee, bahkan sampai menafkahi nya, apa kamu tidak malu mengakui Rose sebagai istri mu?" Sindir sang ayah.

"Jangan mencari keberadaan Rose, dia sudah bukan istri mu lagi" imbuh Siwon kesal.

"Tidak, pa, kami belum bercerai" tolak Rio

"Memang belum, tapi akan"

"Ma" Rio menahan tangan sang mama.

"Rio tidak mau bercerai ma" mohon nya.

"Lalu apa? Kamu bahkan sudah mengabaikan istri mu sendiri, perpisahan adalah pilihan terbaik bagi Rose, bagi kamu juga" jawab sang mama.

"Rio mau Rose ma, tolong bantu Rio bicara dengan nya" melas nya.

"Tidak, mama tidak bisa membantu mu, yang ada mama justru malu dengan tingkah mu Rio, mama malu pada Tiffany unnie, mama malu pada Rose, perbuatan mu tak hanya menyakiti mereka, tapi juga menyakiti mama" Yoona menepis tangan Rio dan memasuki kamar nya menyusul sang suami, Rio menggaruk kepala nya yang tak gatal, ia frustasi.

Di rumah nya, Rose melamun diatas ranjang nya, ia tak bisa tidur, memang keputusan berpisah bukan lah pilihan yang tepat, sebab nyata nya dia malah semakin memikirkan Rio, sambil menangis.

Di rumah nya, Rose melamun diatas ranjang nya, ia tak bisa tidur, memang keputusan berpisah bukan lah pilihan yang tepat, sebab nyata nya dia malah semakin memikirkan Rio, sambil menangis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi nya

Kriing. . .

"Hallo ma"

"Pagi sayang"

"Pagi ma"

"Hari ini ada undangan pernikahan, kamu yang datang ya?"

"Ya ma"

Rose bersiap pergi ke pesta pernikahan salah satu kenalan sang mertua, ia pun berdandan secantik mungkin, di tempat yang sama, Rio juga hadir sebagai teman dari sang pengantin pria, ia menatap kedatangan sang istri yang begitu cantik, tak hanya Rio, tamu undangan pun banyak yang terpesona pada kecantikan Rose.

Terpaksa NikahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang