Rose kembali bertemu Krystal, mereka telah membuat janji untuk belanja bersama.
"Aunty" seru Rose bertemu Krystal di butik mewah tempat mereka membuat janji.
"Hey Rose" balas Krystal tersenyum lucu dengan tingkah Rose.
"Aku akan membuat mu terlihat menarik di depan suami nanti Rose" batin Krystal menatap sang keponakan, dalam hati ia tentu merasa iba dengan Rose, gadis polos dan lugu, tapi bersuamikan Rio yang belum dewasa.
"Ayo kita ke dalam, koleksi baru mereka sudah keluar" ajak Krystal.
"Ya aunty" Rose pun semangat karena mereka akan berbelanja.
Dua jam berlalu, Rose terlihat bahagia, tertawa lebar mencoba berbagai model baju bersama Krystal.
"Rose"
"Ya aunty?"
"Kamu baik-baik saja kan sayang?"
"Iya, kenapa aunty?" Rose merasa heran dengan pertanyaan Krystal.
"Aunty perhatikan kamu terlihat pucat" perhatian Krystal.
"Tidak aunty, aku baik-baik saja" jawab Rose yang memang merasa jika ia baik-baik saja.
Mereka lalu pulang dengan Rose menenteng banyak belanjaan di kedua tangan nya, setiba di rumah, ia di sambut Karina yang menangis kencang, Rose pun ikut berlari ke arah sang dongsaeng sambil membentangkan kedua tangan nya dan tersenyum lucu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hey, kenapa Karina menangis?" Tanya Rose sambil berlutut dan memeluk sang ipar.
"Dia mau nya dipakaikan baju oleh unnie nya, nona" jawab sang pengasuh.
"Ah begitu ya?" Rose bertanya pada sang dongsaeng yang dijawab anggukan kepala dan isakan tangis.
"Baiklah ayo ganti baju dengan unnie" Rose lalu berdiri sambil menggandeng tangan Karina, dan meneteng belanjaan nya sendiri.
"Nona kecil dari tadi mencari nona" beritahu sang pengasuh.
"Maafkan unnie ya sayang, tapi pergi tanpa mengajak Karina, lain kali kita pergi bersama ya?"
"Uhum" Jawab Karina dengan bibir manyun nya, Rose tertawa lucu, Karina adalah pelipur lara hati nya, disakiti sang oppa, di sembuhkan sang dongsaeng.
Tengah malam Rio pulang, tak selarut biasa nya, yang sampai lewat tengah malam, Rose menunggu sambil duduk di tepi ranjang.
Ceklek
Rio masuk, tak banyak kata yang mereka ucapkan.
"Oppa sudah makan?"
"Sudah"
"Mau aku siapkan makanan oppa?"
"Tidak" Rio lalu mandi dan Rose sudah menyiapkan baju ganti nya.