43. Badai Segeralah Berlalu

1.8K 199 23
                                        

"Rio, belikan botol susu untuk Rio Kecil" perintah Tiffany karena memang sang cucu belum di beri nama.

"Ne eomma" patuh Rio.

"Yang paling kecil saja, dan jangan lupa pompa asi nya" imbuh Tiffany, Rio mengangguk, ia pun segera berangkat, sedangkan keluarga Rio pamit pulang untuk mandi dan berganti baju.

Setelah membeli apa yang dibutuhkan Rio pun kembali ke rumah sakit.

"Rio, rendam dulu botol dan alat pompa asi nya di air hangat dan cuci" perintah Tiffany lagi, Rio pun melakukan nya, lalu menyerahkan nya pada sang eomma.

"Kita pompa dulu asi nya Rose" Tiffany membantu sang putri, sedangkan Rio nampak menatap botol minum milik bayi nya, pikiran nya terbang entah kemana.

"Kita pompa dulu asi nya Rose" Tiffany membantu sang putri, sedangkan Rio nampak menatap botol minum milik bayi nya, pikiran nya terbang entah kemana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dan Rose terlihat beberapa kali mencuri pandang pada Rio yang belum istirahat sama sekali.

"Rio, mana botol nya?" Pinta Tiffany.

"Ini eomma" Rio yang kaget pun buru-buru menyerahkan botol minum nya pada sang mertua, Tiffany menuang asi milik Rose ke dalam botol, hanya 16 cc sebagai awalan nya.

"Berikan ini pada perawat ne, biar diminum Rio Kecil" Tiffany kembali menyerahkan botol susu sang cucu pada menantu nya

"Ne eomma" Rio pun membawa botol itu ke ruang bayi nya, dia tak langsung kembali me kamar sang istri, tapi melihat dulu sang putra minum dengan perut kembang kempis tak beraturan karena memang sedang tahap belajar, dan juga organ-organ vital sang bayi belum tumbuh sempurna, karena terlahir prematur.

Sedangkan di kamar pemulihan, Tiffany tengah menyuapi sang putri makan siang.

"Rio sudah bercerita semua nya pada eomma" ujar Tiffany membuat Rose terkejut.

"Dia juga meminta maaf pada eomma, memohon agar di beri kesempatan kedua, dan eomma setuju, sejahat apa pun Rio pada mu, dia tidak sebrengsek itu, kelemahan dia hanya ada di usia nya, Rio mudah termakan cerita sedih yang di karang oleh Sohee, dia tidak melakukan apa pun pada wanita itu selain memberi nya uang karena Sohee mengarang cerita" tutur Tiffany.

"Semenjak dia mengumumkan jika sudah menikah, Rio tinggal di rumah eomma, menjual semua barang-barang mewah nya secara online" imbuh Tiffany.

"Eomma yakin, memberi Rio kesempatan kedua tidak lah salah, pikirkan lagi jika kamu ingin berpisah dari nya" Tiffany mengakhiri ucapan tepat saat Rio kembali dari mengantar susu untuk anak nya.

"Rio, kamu sudah makan?" Tanya Tiffany.

"Belum eomma" jawab nya

"Keluarlah, beli makan siang mu" ucap Tiffany

"Rio makan ini saja eomma" ia menghampiri meja disamping ranjang Rose dan mengambil piring berisi sisa makanan Rose dari rumah sakit, Tiffany dan sang putri pun spontan menatap nya kaget, Rio membawa piring itu duduk disofa dan menyantap nya sampai habis, lalu meletakan bekas makan nya di luar untuk diambil petugas.

"Ada yang bisa Rio bantu lagi eomma?" Tanya nya pada sang mertua.

"Tidak ada, istirahatlah" jawab Tiffany, Rio pun berbaring disofa, dan Rose melirik nya.

"Tidak ada, istirahatlah" jawab Tiffany, Rio pun berbaring disofa, dan Rose melirik nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rio pun tertidur, begitu juga dengan Rose, tapi belum sepuluh menit berlalu, ia terbangun merasakan payudara nya sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rio pun tertidur, begitu juga dengan Rose, tapi belum sepuluh menit berlalu, ia terbangun merasakan payudara nya sakit.

"Coba kita pompa lagi" ujar Tiffany, dan kali ini dapat 16 cc lagi, kembali asi itu dituang ke dalam botol.

"Biar diantar saat Rio sudah bangun nanti" kata Tiffany.

Hari ketiga di rumah sakit, Rio kembali dari mengantar susu bagi Rio Kecil, saat ia kembali sang dokter sudah menunggu nya.

"Begini tuan Rio, nona sudah diijinkan untuk pulang, dan melanjutkan pemulihan di rumah, tapi mengenai bayi nya, dia harus tinggal di inkubator lebih lama, sampai organ vital nya terbentuk sempurna dan siap" jelas sang dokter.

"Baik dok" balas Rio, setelah dokter pergi, tangis Rose pun pecah, ia tak ingin meninggalkan bayi nya sendirian di rumah sakit, sebagai ibu ia tentu takut, khawatir dan tak tega, Rio menatap sendu sang istri, ia pun juga merasakan hal yang sama, tapi jika ini adalah keputusan yang terbaik untuk sang anak, terpaksa Rio pun harus merelakan nya.

"Jangan menangis, ini demi bayi kita, aku bisa mengantar mu menjenguk nya setiap hari nanti" janji Rio sambil berdiri diujung ranjang sang istri, ia masih belum berani mendekat atau menyentuh nya.

Dan akhir nya, dengan berat hati Rose pun pulang meninggalkan rumah sakit, Rio mendorong kursi roda Rose menuju ke tempat sang bayi berada.

"Hi big boy, daddy dan mommy disini" sapa Rio dari luar jendela seperti biasa, Rose menatap bayi nya sambil menangis.

"Mommy pulang dulu ya, kita akan berjumpa lagi secepat nya" pamit Rose, Tiffany ikut pulang ke rumah Rose, dimana Karina dan yang lain juga sudah menunggu disana.

"Unnie" seru nya menyambut kedatangan unnie ipar nya itu.

"Hi baby girl" balas Rose sumringah, Rio sudah berani memegang sang istri, meski masih mendiamkan nya, tapi Rose tak menolak pertolongan ayah dari bayi nya itu.

"Welcome home sayang" sambut Yoona dan Krystal, memeluk Rose hati-hati.

"Selamat datang Rose" kini Siwon dan sang paman yang memeluk nya.

"Bawalah istri mu ke kamar nya Rio, biarkan dia istirahat" titah Siwon.

Setelah membaringkan Rose dikamar nya, dan di temani Tiffany, Rio pun menyusul keluarga nya me ruang tamu, Karina menyusul Rose me kamar.

"Pa, Rio ingin Jane noona dan Jaehyun ditarik lagi ke agensi" pinta nya.

"Kamu yakin?" Siwon tak percaya, sebab Rio dulu adalah anak yang manja.

"Yakin pa, Rio bisa merawat Rose sendiri" jawab nya percaya diri.

"Baiklah" Siwon pun segera memanggil Jaehyun dan Jane untuk kembali ke agensi, begitu juga dengan Key yang menjadi manager dari artis Im Entertainment yang lain.

Semoga, dengan keseriusan dan pengorbanan Rio, hati Rose akan segera luluh dan badai segera berlalu.

#TBC

Terpaksa NikahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang