3. Mencoba Peruntungan

1.6K 192 31
                                        

Meski hanya sekedar saling sapa, setidak nya Rio tahu ada gadis cantik bernama Rose di sekolah milik sang paman, Choi Minho, sedangkan Nayeon, gadis yang sudah lama ingin mengejar Rio itu merasa, bahwa sang pujaan hati akan mudah di raih nya, sebab Rose saja mampu mendapatkan perhatian nya, berarti dia pun juga bisa, secara, Nayeon merasa jika level dia lebih tinggi dan lebih cantik dari Rose, yang hanya diantar ke sekolah, sedangkan Nayeon membawa mobil sendiri, memang setahu Momo dan Nayeon, Rose ke sekolah diantar oleh sang eomma.

"Rose, kami duluan, ada hal penting" seru Nayeon sambil berlari meninggalkan san sahabat, dua krang terkikik lucu.

"Nanti tinggalkan aku di depan caffe, untuk menunggu Rio lewat, mobil ku bawa saja ke rumah mu" interuksi Nayeon pada Momo, ia ingin pura-pura jalan kaki agar diberi tumpangan oleh Rio.

Dan benar saja, Rio lewat menjelang gelap, tapi tanpa Jisoo dan Seulgi, Nayeon sudah setengah jam menunggu nya.

Dan benar saja, Rio lewat menjelang gelap, tapi tanpa Jisoo dan Seulgi, Nayeon sudah setengah jam menunggu nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tapi Rio melaju dengan kecepatan tinggi, jadi tak melihat Nayeon.

Wuuzz. . .

Gadis itu terjengkit kaget.

"Yah, dia sudah lewat" sesal nya, ia terpaksa menelpon Momo agar menjemput nya.

Keesokan hari nya

Nayeon dan Momo sudah lebih dulu ke kantin, sengaja meninggalkan Rose, karena mereka berdua masih kesal, kemarin tak berhasil menumpang pada Rio, Rose berjalan menuju kantin sambi mencari keberadaan Nayeon dan Momo.

"Jangan dilihat, biarkan dia kebingungan mencari kita" bisik Nayeon sambil menunduk pada Momo, benar saja, Rose masih belum menemukan kedua sahabat nya itu, dari arah belakang, Rio dan kedua sahabat nya muncul.

Rambut Rio memang tak pernah rapi, tapi justru itu yang membuat lawan jenis terpesona.

"Rose, ayo ikut kami ke vip saja" Rio tiba-tiba menarik tangan kiri Rose, dan menyeretnya ke kantin vip, gadis itu tentu saja terkejut, menatap wajah Rio tak percaya, tapi ia juga tak menolak.

"Ah sial" umpat Nayeon melihat Rio membawa Rose, pintu kantin vip memang hanya bisa di buka dengan kartu member, Rio, Jisoo dan seulgi, mereka tentu punya, tinggal kartu siapa yang siap, itu yang mereka gunakan untuk membuka pintu nya, soal makanan tentu saja mereka membayar sendiri-sendiri.

Rose duduk disamping Rio berhadapan dengan Jisoo dan Seulgi.

"Soo, Seul, ini Rose" kata Rio

"Hallo Rose" sapa mereka, dan yang disapa hanya tersenyum canggung.

"Hi" balas nya

"Kamu mau pesan apa Rose?" Tanya Rio.

"Eenggg. . ." Rose gelagapan karena kini, Nayeon dan Momo mulai menampakan batang hidung nya, memberi kode pada Rose agar ikut mengajak nya masuk ke kantin vip, ia bingung, fokus nya buyar antara menanggapi Rio atau Nayeon.

"Rose" Rio menatap gadis di samling nya itu yang terus menatap ke balik punggung Jisoo.

"Hah?" Rose bingung, Rio ikut menatap ke arah netra Rose memandang, tapi spontan Nayeon dan Momo langsung membuang tatapan nya seolah tak terjadi apa-apa, mereka malu tertangkap basah oleh Rio tentu nya.

"Burger mau?" Rio bertanya lagi.

"Ah, iya mau" jawab Rose antusias, Rio kemudian ikut memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.

Rose kembali melirik ke arah Nayeon dan Momo yang mendengus kesal pada nya, tahu kedua sahabat nya marah, ia pun menunduk takut.

Rio pulang ke rumah nya, dan melihat Karina sedang berdiri di depan tv, menatap layar kaca yang tengah menayangkan kartun kesukaan nya.

Set

Sang oppa langsung mengangkat tubuh sang dongsaeng dari belakang, Karina tergelak riang.

"Oppa!" Seru nya, meski ia terkejut, tapi mengetahui itu ulang sang oppa tak membuat nya marah, malah tertawa girang, Rio pun menciumi pipi sang dongsaeng dari belakang sambil menggendong nya, lalu duduk di sofa, ahjuma pengasuh Karina pun langsung ke dapur mengambilkan air putih untuk Rio

"Minum nya tuan muda" ia meletakan segelas air putih di meja.

"Terima kasih ahjuma" kata Rio yang kemudian mengambil gelas itu dan meminum nya.

"Oppa mau, oppa mau" rengek Karina.

"Iya" Rio lalu memberikan sedikit sisa air minum nya pada sang dongsaeng.

"Aahh. . ." Lega nya setelah minum, kini Rio lah yang tertawa.

Malam Minggu pun tiba, Rio mengunjungi dorm Seulgi dan Jisoo, kedua nya tengah duduk diatas ranjang sambil menghadap laptop.

Ceklek

Bahkan sampai Rio datang pun tak ada yang sadar, putra pemilik agensi itu pun menghampiri kedua nya.

Hap

Seulgi melompat turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi, Jisoo terbahak.

"Kamu kalah Seulgi-yaa!" Seru Jisoo puas.

"Wah, kalian sedang taruhan" ujar Rio.

"Eh Rio" Jisoo sedikit kaget, tamu nya itu lalu ikut bergabung dengan Jisoo.

"Yadong kalian" gumam Rio, tapi ia ikut menonton juga, Seulgi keluar dari kamar mandi dengan nafas terengah.

"Rio, kapan datang?" Sapa nya

"Baru, kalian tidak latihan?" Tanya Rio yang kedua mata nya fokus menatap laptop.

"Latihan sebentar lagi" jawab Seulgi, ia menuju je meja belajar nya, untuk nengambil dompet dan menyerahkan kartu vip kantin nya pada Jisoo.

"Seminggu" ejek Jisoo yang menang taruhan, Seulgi mengambil handuk dan baju ganti, mereka hendak bersiap untuk latihan ke gedung agensi, sedangkan Rio berbaring sambil menonton film yang tadi di tonton oleh Seulgi dan Jisoo, kedua sahabat nya itu sudah berdandan rapi.

"Kuat sekali dia" gumam Seulgi, Jisoo terkekeh lucu.

"Sudah setengah jam, tapi dia masih belum menyerah" balas Jisoo.

"Rio kami berangkat dulu" pamit Seulgi, dan Rio memilih tidur di dorm sahabat nya itu.

#TBC

Terpaksa NikahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang