Trust Fall 5

4.5K 404 283
                                        

Jennie Pov

The Show sudah mulai memasuki benua Asia, aku dan Emma terbang menuju Korea Selatan. Dia punya jadwal pekerjaan di Hong Kong, jadi kami akan berpisah setelah dia bertemu dengan Ayahku.

Aku wanita, dan wanita mana yang tidak akan mempertimbangkan seseorang yang tanpa diberitahu, selalu tahu apa yang aku mau. Wanita mana yang akan dengan bodoh meninggalkan kekasih seperti Emma D'arcy? Sekalipun itu untuk seseorang seperti Lalisa Marshall.

Untuk saat ini, aku tidak bisa mengatakan bahwa aku jatuh cinta dengan Emma atau telah memberikan hatiku untuknya. Lisa masihlah manusia yang memiliki seluruh cinta dan hatiku.

Bukan salahku jika aku menoleh pada orang lain, faktanya Lisa memang tidak berbuat apa-apa atau penuh usaha untuk memperjuangkanku. Terlepas tindakannya untuk melindungi Rose dan Jisoo. Sampai hari ini, aku masih tidak mengerti hubungan yang dimiliki mereka. Maksudku, bagaimana bisa mereka saling jatuh cinta? Setelah tumbuh bersama dan sejenisnya. Aku tidak bisa relate. Bukannya aku menghakimi mereka, tapi.... Ah sudahlah.

Ponselku menyala, aku mendapat pesan dari Lisa yang isinya membuatku mati gaya. Ini gila.

From Horny Queen:

Aku di Seoul, di rumah ayahmu. Apa kau keberatan aku menginap di sini? Aku tidak tahu cara menolak tawaran Hyein.

Aku mendesah. Jika Emma dan Lisa bertemu di rumahku, yang paling terluka pastilah Lisa. Entah kenapa, setelah apa yang ia lakukan padaku, aku masih tidak ingin dia terluka. Apalagi, ayahku berencana menanyakan kelanjutan hubunganku dengan Emma. Dia tidak ingin kejadian seperti perpisahanku dan Lisa terulang, apalagi setelah mengumumkan pertunangan seperti itu. Meski kali ini aku tidak gegabah mengakui aku bersama Emma. Malas dengan kritikan publik padaku.

"Honey..."

Aku memanggilku kekasihku yang masih sangat fokus dengan laptop, dia dan pekerjaannya, aku sudah terbiasa dengan semua itu.

"Yes, princess?"

"Can we talk?"

Kekasihku segera mengacuhkan laptop, tidak peduli seberapa penting yang sedang ia kerjakan. Intinya, Emma D'arcy benar-benar pasangan idaman, nyaris tanpa cela. Dia bahkan tidak merokok, membenci narkoba, tidak suka seks bebas, tidak terlalu suka alkohol, tidak punya banyak mantan atau pernah dekat dengan banyak wanita, arghh intinya dia sangat diidamkan lesbian mana pun. Kekurangannya hanya gila kerja dan tidak sehebat Lisa di tempat tidur.

"Sesuatu terjadi?"

Dia bertanya, aku bingung harus memulai darimana. Keberadaan Lisa di rumah ayah, tentu bukan hal yang bagus juga untuk Emma. Intinya, aku sedang berada di antara dua wanita super duper menawan dan sama-sama idaman. Yang satu kelewat brengsek tapi mau berubah, yang satu tidak mengenal kata brengsek sama sekali.

"Jika kau tidak ingin aku bertemu ayahmu, itu tidak masalah. Aku bisa langsung terbang ke Hong Kong. Tapi, kau perlu memberitahu ayahmu bahwa kau yang belum siap untuk hal-hal serius. Aku tidak bisa menjadi tidak sopan setelah menerima undangannya"

Kalimat Emma menyakitiku. Demi Tuhan, meski sangat menginginkan untuk kembali bersama Lisa, aku tidak bisa menyakiti wanita ini. Tidak, aku tidak ingin kehilangan Emma.

"No. Sejak awal aku sudah setuju hubungan kita akan dibawa ke arah yang serius, ini waktu yang tepat untuk membahasnya dengan ayahku. Hanya saja...."

Karena tidak sanggup memberitahu Emma dengan mulutku, aku pun menunjukkan pesan singkat dari Lisa. Kekasihku mengangguk, dia tersenyum, mengusap pipiku dengan lembut dan mendaratkan ciuman singkat di keningku.

HornyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang