Lisa Pov
Kau tahu rasanya saat merasa dunia berpihak padamu, namun ternyata justru sebaliknya? Kau tahu rasanya memiliki harapan yang besar, tapi seketika dibuat putus asa? Aku tahu, semesta selalu bekerja dengan cara yang misterius. Dan setelah semua hal yang terjadi, aku menyadari suatu hal, dan ini merupakan pelajaran yang sangat berharga.
Dulu, aku mengira kesuksesan, memiliki banyak uang serta mendapat reputasi yang tinggi, itu bisa menjamin kebahagiaanku. Tapi ternyata, hal-hal itu tidak menjamin apa pun. Rupanya, kebahagiaan itu saat aku merasa merasa aman dan nyaman. Namun, semua alasan aman dan nyaman kini pergi. Aku tidak bisa menyalahkan Jennie setelah dia sudah berusaha mempertahankan hubungan kami dengan persediaan maafnya untukku.
Jika aku masih Lisa yang dulu, sudah pasti aku terbang ke Eropa untuk menemui dan memohon padanya untuk tetap tinggal. Tapi, aku bukan Lisa yang masih egois. Aku tidak bisa hanya mementingkan perasaanku, tanpa memikirkan perasaan Jennie. Meski aku dan Fred tidak dalam hubungan yang nyata, tetap saja, wanita mana yang tetap diam saja melihat berita kekasihnya berciuman dengan orang lain dan mendapat tekanan dari publik karena hal itu?
Itu ironis, saat aku yang berbuat ulah, justru Jennie yang diserang publik. Mereka berpendapat, bisa memaklumi jika aku memilih bersama Fred alih-alih Jennie yang punya segudang kontroversi dan masa lalu yang tidak mengenakkan. Selalu saja, mereka mengomentari suatu hal tanpa mencari kebenaran di balik semua itu.
Bayangkan, saat berita ciumanku dan Fred naik, itu segera menjadi trending, bahkan sebagian orang merayakan kandasnya hubunganku dan Jennie seolah mereka lah yang paling tahu mana yang terbaik untuk kami. Aku tidak bisa membayangkan sehancur apa perasaan Jennie dibandingkan dengan Fred dalam segala hal. Jadi aku memahami jika akhirnya Jennie tidak tahan dengan semua itu.
"Ini janggal. Mana mungkin CCTV VIP di restoran berkelas seperti itu tidak merekam saat Fred menciummu?"
Jisoo datang dan melaporkan hal menyedihkan itu. Aku memang mengerahkan sumber daya untuk mencari sesuatu yang bisa membuktikan bahwa fotoku dan Fred yang sangat mesra, aslinya tidak seperti itu. Sekarang aku menyangkal pun percuma tanpa bukti pendukung atas klaimku. Aku takut, lagi-lagi nanti Jennie yang kena imbas.
"Fred memang merencanakannya. Aku tidak heran jika penyerangan Jennie di Paris juga merupakan skenario Fred"
"Tidak bisakah kita menjelaskan pada publik seperti itu?"
"Tidak bisa Jisoo. Klaim kita akan dianggap tidak berdasar, dan hanya membual. Pada akhirnya, itu hanya akan membuat situasi semakin runyam"
Jisoo duduk di sampingku, membaca lirik yang aku tulis. Aku pun mulai memainkan instrumen dasar dari lagu Trust Fall.
"Jadi, kau hanya akan tetap seperti ini? Menuangkan isi hatimu pada lagu?"
"Yeah. Hanya ini yang bisa membuatku tetap waras"
"Kau tidak ingin mengejar Jennie? Semua orang menyayangkan hubungan kalian"
"Mereka merayakan berakhirnya hubungan kami. Semakin kami bersama, serangan mereka akan semakin menjadi. Jadi, aku hanya bisa pasrah. Anggap saja aku sedang memberi Jennie ruang, hidupnya terlalu sesak dengan bersamaku"
Jisoo membalik lembar kertas lirik ku, dia sampai di halaman sebuah lagu yang belum aku beri judul. Secara otomatis, aku pun memutar rekamanku untuk lagu itu.
"Wow. Itu terdengar luar biasa. Maukah kau memberiku makna lagu ini?"
Mendadak aku menyadari sesuatu, rupanya Jennie menyita banyak waktu ku. Dulu, aku selalu berdiskusi dengan Rose atau Jisoo hampir dalam setiap laguku. Tapi sejak bersama Jennie, aku tidak lagi mendiskusikan laguku dengan mereka. Terasa menyenangkan memiliki Jisoo di sini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Horny
RomanceIni hanya cerita tentang kehidupan dua wanita yang memiliki hampir segalanya dalam hidup. Karir gemilang, wajah rupawan, reputasi yang tinggi dan pengaruh yang luar biasa. Nyaris tidak kurang apapun. Tapi mereka asing dengan cinta, selalu hanya dipu...
