20

317 11 0
                                        

*

*

*

*

-------------

Terlihat kendaraan yang banyak berlalu lalang di jalan raya, dan salah satu pemotor itu ialah Idan

Idan yang masih fokus pada jalanan kini antesnya terahli oleh penjual sate, mengingat jika pemuda manisnya pun belum makan malam ia berinisiatif untuk membelikannya

Membelok arah motornya menuju penjual sate yang berada di seberang kanan sana

Ckitt

Hentian dari motor Idan, masih dengan helmnya Idan melangkah mendekati si penjual sate tersebut

Sesampainya, Idan membuka helmnya
" ck, mengapa bisa terlupa, memalukan
Batinnya merutukki kebodohannya

" ingin pesan tuan?
Tanya penjual tersebut sopan, siapa yang tak mengenal anak tunggal dari keluarga Feyxon ini!

Idan berdehem sebagai jawabannya

Penjual sate tersebut langsung membuatkan apa yang Idan pesan dengan segera, sebenarnya ia ingin bertanya mengapa anak tunggal dari keluarga Feyxon ini tiba' membeli sate di pinggir jalan, tetapi ia tidak seberani itu, but ini sungguh momen langkah dan keberuntunganku!

1 menit berlalu..

" i-ini tuan pesanan anda
Ucapnya sembari memberikan sate yang di pesan oleh Idan tadinya dengan tangan yang sedikit gemetaran

Idan menerimanya dengan sebelah tangannya, kemudian sebelahnya ia gunakan untuk memberikan uang bayarannya

Terlihat uang berwarna merah itu ia berikan, tukang sate tersebut langsung mengambilnya berniat memberi uang kembalian namun ucapan dari Idan membuat ia berterimakasih

" kembaliannya untukmu saja, thanks
Kira' seperti itulah kata Idan tadi sebelum berlalu dari sini

Menaiki kembali motor milik si manisnya kemudian berlalu dari sana


*

Ckitt

Sesampainya Idan dalam parkiran kediaman Light, mulai melepaskan helm yang ia gunakan

Beranjak memasuki mansion Light, terlihat beberapa boygoard serta maid yang sedikit membungkuk padanya, namun apa ia peduli? oh tentu tidak

Tujuan awalnya ialah kamar si manisnya, namun sebelum kakinya menginjak anak tangga pertama, panggilan dari seseorang di belakang sana membuat antesnya teralihkan

" hei bro, bawa paan tuh?
Tanyanya, tak lain yang bertanya ini ialah Dika

" sate, kau mau?
Tawarnya yang mendapat anggukan semangat dari si empu

" beli sendiri
Ucapnya kembali sebelum melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamar si manisnya

Dika yang mendengar itu sontak mendengus kasar
" dasar kutub, lihat saja tak akan saya restui kau dengan bayi saya!

He's mine ( end ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang