Acara pernikahan tadi telah usai. Lian dan Salsa akan pulang ke rumah bersama Yati dan Syarla.
Yati lah yang memaksa Lian untuk menginap dulu satu hari sebelum Lian pindah ke rumahnya dengan Salsa yang baru. Lian dan Salsa nanti akan tinggal terpisah dengan Yati dan Syarla. Ini semua, Lian yang menginginkan sedari awal. Agar ia bebas melakukan apa saja ke Salsa nanti.
Mobil Lian telah berhenti tepat di depan rumah, semua orang langsung bergegas keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Mereka langsung di sambut oleh mbok Siti. "Silahkan nyonya, den, non" ucapnya sambil membukakan pintu.
Mereka semua tidak langsung ke kamar, tapi duduk dulu di ruang keluarga sambil meregangkan otot-otot yang terasa pegal karena seharian menerima tamu.
"Mbok, kamar nya Lian sudah di bersihkan? Karna dia udah gak tidur sendiri lagi loh malam ini" tanya Yati pada mbok Siti.
"Sudah nyonya, sudah dibersihkan sesuai dengan yang nyonya perintahkan" jawab mbok Siti.
"Memang kamar abang kenapa, bun? Perasaan tadi pagi rapi-rapi aja?" tanya Lian penasaran.
"Abang gimana sih? Ini kan malam pertama abang, ya harus di ganti-ganti lah seprei nya. Biar kak Salsa nya juga nyaman tidur di kasur abang, biar gak bau bekas iler abang tuh" kini Syarla yang ikut berucap dengan ledekan.
"Enak aja iler. Abang gak pernah ileran ya. Lagian anak kecil tau-tau malam pertama. Masih kecil!" kesal Lian mengacak rambut adiknya.
"Ishh abanggggg, rambut Syarla!" kesal Syarla.
Salsa hanya diam menyimak, seketika ia merinding sebadanan. Apa dia akan melakukan itu dengan Lian nanti malam, jujur ia takut.
"Udah ah, jangan berantem dong. Sekarang ke kamar gih. Bersih-bersih, mandi terus turun makan malam sama-sama." ucap Yati.
"Nak, mandi dulu ya. Baju mu sebagian udah ada di lemari Lian. Sengaja bunda taruh disini sebagian, biar nanti gampang kalau mau nginap lain hari. Udah dibantu pindahin juga tadi sama mbok Siti" ucap Yati pada Salsa.
"Iya, bunda" balas Salsa seadanya.
"Bang, ajak istrimu bersih-bersih. Habis itu kita makan malam bareng ya"
Lian pun mengangguk paham, lalu dengan segera mengajak Salsa. "Ayo!" ajak nya.
***
Lian melangkahkan kakinya ke anak tangga menuju kamar. Diikuti oleh Salsa dari belakang dengan langkah yang kecil, karena ia sedikit kesusahan dengan gaun panjangnya dan kakinya sudah begitu lelah memakai heels seharian.
Sesampainya di kamar, Lian terkejut melihat kamarnya yang sudah banyak sekali taburan bunga-bunga, lilin aroma, dan juga selimut yang di bentuk 2 angsa saling bercumbu.
Sedangkan Salsa, ia kembali merinding melihat ini semua. Ia masih belum siap untuk melakukan itu.
Lian berdecak kesal. "Ck, bunda ngapain sihh pake beginian segala?!"
Salsa masih setia berdiri di depan pintu dengan lamunannya.
"Heh masuk! Mau sampai kapan berdiri disitu?!" titah Lian kasar.
Mendengar perintah itu, Salsa langsung masuk ke kamar dan menutup pintu nya.
"Saya atau kamu dulu yang mandi?" tanya Lian.
"Mas Lian aja yang duluan" ucap Salsa lembut.
Lian sempat diam sepersekian detik. Sebelum ia beranjak ke kamar mandi. Ini pertama kalinya Salsa memanggilnya dengan embel-embel 'mas'. Dan untuk Lian, ini baru kali pertamanya ia dipanggil 'mas' oleh perempuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Ficción GeneralBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)