Satu bulan berlalu.....
Tak terasa satu bulan lamanya sudah Salsa menjadi istri dari seorang Lian. Tak ada perubahan sama sekali dari sikap Lian. Ia masih saja mendapatkan perlakuan dingin dan kasar.
Tapi ia tetap tidak menyerah, mencoba menerima dan berupaya agar Lian mau menerimanya. Walaupun upaya nya selalu tidak dihargai oleh Lian. Ia tidak papa akan hal itu, karena jujur Salsa sudah jatuh cinta dengan Lian, entah sejak kapan. Mungkin, sejak akad itu terucap dari mulut suaminya.
Sama seperti pagi biasanya. Salsa akan bangun lebih awal untuk masak membuat sarapan, membangunkan Lian, dan menyiapkan keperluan Lian yang lain.
Tanpa Lian sadari, kini ia sangat bergantung kepada Salsa. Salsa justru senang dengan ini, pikirnya dengan Lian yang bergantung padanya, lambat laun Lian akan menumbuhkan cinta untuknya.
Sekian lamanya Salsa di dapur, menyiapkan sarapan dan vitamin untuk Lian. Kaki nya melangkah ke kamar untuk mandi. Sehabis subuhan tad, ia memang langsung memasak terlebih dulu baru ia akan mandi.
Setelah selesai dengan mandinya. Salsa mulai membangunkan Lian yang sedari ia tinggal mandi tadi tak ada sama sekali pergerakan dari tidurnya, posisinya masih sama.
"Mas Lian... Bangun mas" ucapnya lembut sambil menepuk lengan suaminya.
"Mas... Bangun yuk, waktunya ke kantor" ucap Salsa lagi.
Entah lah, ketika Salsa menyebutkan kata kantor setiap membangunkan Lian, Lian langsung bergerak dari tidurnya. Benar-benar gila dengan kerja pria satu ini.
Lian menggeliat dan mengucek matanya, ia mulai mendudukkan dirinya untuk mengumpulkan nyawa.
"Salsa udah siapin handuk sana air hangat nya, gih mandi" ujar Salsa melihat Lian yang masih saja duduk dengan matanya yang hendak terpejam lagi. Ini adalah hal yang Salsa suka, Salsa suka ketika melihat Lian yang seperti anak kecil yang susah dibangunkan. Ia lebih suka repot-repot untuk membangunkan Lian mandi daripada harus melihat Lian yang membentak nya dengan kasar.
Mendengar ucapan Salsa, Lian langsung menyibakkan selimutnya dan masuk ke kamar mandi.
Salsa tersenyum kala melihat suaminya yang berjalan dengan gontai, seperti masih mengumpulkan nyawanya. "Kayak bayi" gumam nya pelan.
Dengan gerakan cepat Salsa langsung membersihkan kasur bekas Lian tiduri. Menata bantal guling dan melipat selimut yang telah berserakan.
Lalu ia menuju lemari dan mengambilkan pakaian kantor suaminya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka. Salsa pun menoleh ke arah Sang suami yang baru saja selesai mandi. Tak seperti biasanya Lian mandi dengan waktu secepat ini, ia bahkan masih di depan lemari untuk mencari kemeja yang cocok untuk suaminya pakai hari ini.
Salsa mengambil kemeja yang menurut nya cocok dengan celana yang akan Lian pakai. Tubuhnya kembali menoleh, melihat Lian yang masih bertelanjang dada dengan handuk di pinggangnya. Pria itu duduk di pinggiran kasur sedang menunggu Salsa memilih kemeja.
"I-ini mas kemeja nya" Salsa menaruh kemeja di atas kasur dengan celana dan jas Lian yang sudah ia siapkan.
Lian melirik ke arah Salsa, sudah satu bulan pernikahan. Tapi Salsa masih saja gugup ketika melihat nya yang hanya memakai handuk di pinggang seperti ini. Padahal setiap hari Salsa selalu melihatnya.
Salsa hendak pergi dari kamar, membiarkan Lian bersiap memakai baju. Tapi baru Satu langkah, kaki Salsa terhenti karena mendengar perintah dari suaminya.
"Carikan vest dan dasi navi saya, saya ada meeting penting hari ini" titah Lian yang mulai memakai bajunya di hadapan Salsa tanpa rasa malu.
Dengan cepat Salsa kembali ke lemari mencari vest dan dasi yang Lian inginkan. Salsa mengambilnya dan menyerahkannya pada Lian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Fiction généraleBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)