📍Puncak
Happy birthday to you...
Happy birthday to you...
Happy birthday, happy birthday...
Happy birthday Syarla...
Huuh....
Suara tiupan Syarla saat meniup Lilin pada kue ulang tahun itu terdengar. Bersamaan dengan matinya api di lilin itu, semua orang yang berada di tempat ini bersorak tepuk tangan. "Yeayyy"
"Happy birthday ya, nak. Semoga Syarla selalu sehat, sekolah yang pinter, jadi anak baik dan bahagia selalu" ucap Yati menarik Syarla dalam pelukannya.
"Amin. Makasih bunda, sudah selalu ada buat adek"
"Pasti, bunda selalu doa kan adek sama abang" balas Yati.
"Happy birthday ya dek, abang cuma berharap adek sehat dan selalu bahagia aja. Sekolah yang pinter ya" ucap Lian beralih memeluk Syarla.
"Makasih ya, abang. Abang juga selalu jadi kakak sekaligus ayah yang baik buat Syarla. Syarla sayang abang" ucap Syarla membalas pelukan Lian.
Lian mengangguk dan membalas dengan elusan lembut di kepala Syarla. "Anytime"
"Happy birthday adiknya kak Caca. Selalu sehat ya, adek. Semoga banyak kebahagiaan yang Syarla rasakan dan apapun yang Syarla harapkan segera dikabulkan Allah di waktu yang tepat" ucap Salsa memeluk Syarla dengan tulusnya.
"Amin. Makasih ya kak Caca. Syarla seneng tahun ini ngerayain birthday nya ada kakak disini. Syarla sayang sama kakak" ucap Syarla melabuhkan pelukan pada Salsa.
"Kakak juga sayang sama Syarla" ucap Salsa tulus.
Sudah beberapa tahun terakhir ini, Syarla selalu merayakan ulang tahunnya di puncak hanya bersama kakak dan ibunya. Ia tidak pernah mau merayakan pesta ulang tahun dengan banyak orang, Syarla hanya mau makan malam bersama orang yang ia sayang.
Semenjak kejadian kelam itu Syarla tidak pernah suka dengan hari ulang tahunnya. Ia mau di ajak birthday dinner hanya sekedar menghargai Yati dan Lian yang selalu berusaha membuatnya happy ketika di hari ulang tahun nya. Padahal aslinya Syarla masih belum benar-benar suka dengan hari ulang tahunnya sendiri, ia hanya berusaha untuk tetap tersenyum.
"Nahh sekarang kan udah tiup lilin, waktunya makan malam yukk" ajak Yati pada mereka semua.
Mereka pun kembali duduk di kursi masing-masing. Dan mulai melahap makan malam.
"Syarla seneng deh, tahun ini ngerayain birthday nya ada keluarga baru, yaitu kak Caca. Mudah-mudahan tahun depan bisa nambah keluarga baru lagi, pasti lebih seru" ucap Syarla.
"Nambah baru lagi? Siapa?" tanya Lian.
"Ishh abang gak peka deh" kesal Syarla.
"Itu kode bang, masak gitu aja gak ngerti. Yakan, Ca?" ucap Yati menatap Salsa dengan senyum.
"Tapi Caca juga gak paham, bun" jawab Salsa jujur.
"Ihh kok pada gak ngerti sih. Itu lohh bayikkk. Kak Caca... Bang Lian.... Adek mau bayi kado ultah tahun depan, Syarla pengen punya ponakan" pinta Syarla santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Fiksi UmumBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)