89

9.5K 852 277
                                        


Nando mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Di tengah malam seperti ini, tujuan lelaki itu pergi ke rumah lian untuk memberikan kabar pada sahabatnya. Bahwa, sang istri akan melahirkan. 

Nando keluar dari mobilnya. Ia langsung mengetuk pintu rumah mewah itu untuk mencari keberadaan lian.

Tok. Tok. Tok.

"Li, lian!"

"Lian!"

"Salsa mau lahiran li, lian!"

Ceklek

Dengan mata yang sayup-sayup, bi ratih membuka pintu rumah itu. Ia sedikit terkejut dengan kedatangan nando yang terlihat panik, apalagi pria ini datang pada tengah malam.

"Mas Nando"

"Bi, lian mana? Salsa mau lahiran" ujar nando to the point.

Bi Ratih yang mendengar itu tentu kaget, "Mba salsa udah mau lahiran?"

"Iya bi, makanya saya cari lian buat nemenin salsa"

"Tuan ada di kamarnya mas, ayo mari masuk"

Mendapatkan persetujuan dari bi ratih, Nando langsung berlari masuk ke dalam rumah menuju kamar atas tempat lian tidur.

Namun pada saat kamar itu sudah terbuka, jelas Nando tidak mendapati lian. Karena apa, seperti yang sudah kalian tau. Bahwa lian sudah lebih dulu menuju ke rumah sakit membuntuti nabilla. Dari awal perasaan hati lian sebenarnya tidak nyaman, pria itu masih terjaga dari tidurnya hingga perasaannya mengatakan bahwa salsa dan calon anaknya tidak dalam kondisi yang baik. Maka dari itu, pria itu langsung bergegas menuju ke rumah nabilla tanpa sepengetahuan siapapun termasuk bi Ratih dan Yati.

"Bi, lian gak ada. Dia kemana?" ucap Nando sedikit terlihat panik karena tidak menemui sahabatnya.

"Loh?!" Dan bi ratih yang mendengar itu lagi-lagi ia kaget, majikannya tidak ada di kamarnya pada tengah malam.

Namun, beberapa detik kemudian. Bi ratih langsung teringat bahwa lian akhir-akhir ini memang sering tidur bersama yati di kamar bawah untuk menjaga dan merawat ibunya sendiri. "Oh, mungkin di kamar nyonya besar mas"

Mendengar itu Nando langsung melangkah turun lagi ke bawah, ia kembali mencari lian di kamar yang berbeda.

Saat pintu kamar Yati terbuka, nando hanya mendapati yati seorang. Perempuan tua itu masih terjaga dari tidurnya entah apa yang menjadi penyebabnya.

Nando menatap yati sekilas, lalu matanya salah fokus pada beberapa koper besar yang ada di kamar bawah itu.

"Tante..."

Yati menoleh saat ada yang memanggilnya. Ia menatap Nando dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Bibirnya mulai bergerak ingin mengatakan sesuatu.

"Twante, au omongh"

Nando sempat mengerutkan keningnya saat Yati berbicara, ia sedikit kebingungan karena belum paham dengan ucapan Yati yang tidak jelas.

Akhirnya Nando mendekat ke arah yati, ia duduk di pinggiran kasur sambil menatap yati.

"Tante mau ngomong apa?"

***

Seorang dokter berjilbab sedang fokus memeriksa salsa. Mengecek segala hal yang berhubungan dengan proses persalinan. Pemeriksaan tanda vital dan laboratorium.

"Bu salsa, saya telah memeriksa semuanya. Kondisi bu salsa sama adik bayi nya stabil, tekanan darah nya juga normal. Semuanya normal, jadi inshaallah bu salsa bisa melahirkan dengan normal" jelas dokter maya.

Sorry For Your Grudge [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang