"Dasar si om-om anjing, bajingan, gak punya hati, gak punya otak, dasar setan, dajjal, bangsat, babi anjing, babi kecap, babi guling dasar fuck u om Liannnnnnnnn" umpat Nabilla dengan teriakan.
"Heh, Nab. Mulutnya..." tegur Salsa.
"Aku kesel, Ca. Bisa-bisanya dia mengurung kamu selama itu dikamar mandi!!" ujar Nabilla.
Nabilla kini sedang berada di rumah Lian, niat hati Nabilla di awal hanya ingin berkunjung. Tapi ternyata ia mengetahui fakta bahwa sahabat tersayangnya itu tengah sakit karena habis di kurung oleh Lian di kamar mandi.
"Kamu ikut aku kabur aja yuk, kita pergi dari rumah ini. Habis itu kita minta bantuan papah ku buat cari pengacara untuk bantu om Denis biar bebas" lanjutnya.
"Nab, gak semudah itu buat bebasin ayah. Lagian ini juga memang salahnya ayah dari awal. Ayah memang harus menjalankan hukumannya. Ayah harus tetap tanggung jawab atas apa yang dia perbuat dulu" jawab Salsa.
"Iya juga sihh. Ya udah kamu kabur aja sekarang yuk. Mumpung dia gak ada dirumah, kamu tinggal dirumah ku aja, Ca. Kamu jangan mau dong disiksa terus sama om setan itu" ucap Nabilla.
Salsa memejamkan matanya, lalu membuang nafasnya kasar.
"Gak usah kamu suruh juga aku udah mau kabur sedari awal, Nab. Tapi gimana kalau aku kabur, mas Lian malah melakukan hal yang lebih parah lagi ke ayah? Kamu lupa mas Lian sangat berkuasa dalam segala hal. Aku takut ayah kenapa-napa, Nab"
"Aku juga sudah terlalu banyak ngerepotin keluargamu, dan aku gak mungkin pergi gitu aja dengan status ku yang masih jadi istri orang, aku gak mau dosa" jelas Salsa panjang lebar.
"Lah, kamu pikir apa yang dia lakuin ke kamu itu gak dosa?! Yang dia perbuat juga udah lebih dari dosa Salsa Letisya!!" geram Nabilla.
"Aku yakin mas Lian bisa berubah, Nab. Aku percaya sebenarnya dia laki-laki yang baik. Dia begini juga pasti karena suatu hal, walaupun aku gak tau apa penyebabnya" ucap Salsa yang masih mencoba untuk membela Lian.
"Alahhh bulshit, memang sudah titisan dajjal aja itu si om Lian setan!" ucap Nabilla memutar bola mata nya malas.
"Aku tuh bingung deh sama dia. Apa coba alasan dia jahat sama kamu kayak gini?! Dia yang minta nikah tapi, dia juga yang nyakitin" kesal Nabilla.
"Kamu ada curiga sama sesuatu gak Ca??" tanya Nabilla, menatap Salsa yang sedang duduk di sofa kamarnya bersama Lian.
"Maksudnya?" tanya Salsa.
"Gini... Om Denis kan sudah di penjara. Kak Kevin sudah lama meninggal, tante Sita juga sudah lama meninggalnya. Apa kamu masih punya keluarga lain yang masih hidup gitu?" tanya Nabilla.
Salsa tampak berfikir sejenak, lalu menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Maksud kamu apa sih? Aku tambah gak ngerti" ucap Salsa bingung.
"Nih ya... Siapa tau dia kasar-in kamu itu karena memang masih ada dendam dia yang belum terbalaskan. Kalau om Denis kan memang sudah jelas karena om Denis yang sudah bunuh ayahnya. Nah kalau kamu?"
"Gak mungkin dong dia nyakitin kamu gitu aja tanpa alasan" ucap Nabilla dengan sangat serius, menatap lekat mata Salsa.
Salsa membalas tatapan itu dengan mata lelahnya bercampur sedih. Ia baru mengerti apa maksud Nabilla. Nabilla berfikir bahwa ada keluarganya yang masih hidup dan ada sangkut pautnya dengan sikap Lian terhadap dirinya sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Narrativa generaleBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)