Lian menumpu wajahnya di punggung tangan kanan nya. Dengan baju nya belum terpasang dengan sempurna. Sengaja, ini supaya salsa yang memasangkan dan merapikan baju nya selepas ia selesai dengan make up nya.
Mengapa salsa berdandan? Jawabannya, karena malam ini mereka akan menghadiri acara pernikahan orang yang lian percayai setelah nando untuk membantu mengurus perusahaannya, yaitu Danil.
Senyuman terus mengembang di wajah tampan lian. Tidak pernah bosan ia memandang wajah cantik salsa yang sedang berdandan tepat dihadapannya ini. Sedari tadi ia terus memperhatikan dan memandangi salsa yang tengah sibuk dengan semua peralatan make up nya.
Cantik, bahkan sangat cantik. Tidak perlu dipoles dengan make up pun wajah istrinya sangat terlihat cantik. Apalagi jika ia menambah polesan makeup itu diwajahnya.
"Jangan cantik-cantik dong sayang dandan nya" ucap lian menatap salsa yang tengah sibuk dengan kegiatannya.
"Fungsi nya make up itu ya buat cantik mas, kalau buat jadi jelek ya ngapain harus capek-capek make up?!" balas salsa yang masih fokus pada kuas eyeshadow di tangannya.
"Nanti kamu jadi banyak yang naksir lagi di acara pernikahan danil. Disana juga pasti banyak rekan bisnis mas yang pada datang"
"Ya mana ada orang naksir sama ibu hamil, perut salsa aja udah mulai gede gini" balas salsa.
"Ya tetep aja mas takut. Karena mau kamu hamil atau engga sama-sama cantik, malah tambah cantik pas hamil gini. Nanti rekan bisnis mas nekat deketin kamu gimana?" ucap lian.
"Ya gak gimana-gimana" balas salsa santai.
"Ishh sayanggggg, kita gak usah datang aja lah ini. Kita di villa aja, gak usah ke acaranya" ucap lian dengan rengekan nya.
"Mulai deh rewel. Kalau kita gak jadi datang salsa malah tambah marah ya sama mas lian. Salsa udah capek-capek make up, dress well kaya begini masa gak jadi pergi?!! Yang bener aja deh mas!" Kesal salsa, ingin rasa hatinya mencolok wajah lian dengan brush yang ada di tangannya. Tapi itu hanyalah sebuah keinginan yang tidak mungkin salsa lakukan kepada suaminya sendiri.
Lian melengkungkan bibirnya ke bawah. Jujur, ia kesal dan tidak suka dengan jawaban salsa. Tapi tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membalas, ia hanya bisa diam supaya salsa tidak semakin bertambah marah dengannya.
Salsa menyemprotkan setting spray untuk mengunci make up di wajahnya. Make up ya kini telah usai, sekarang tinggal mengoles lipstik di bibirnya.
"Mas, kira-kira salsa bagus pakai lipstik yang mana?" tanya salsa menunjukkan dua warna lipstik yang berbeda dihadapan lian.
"Hemmm mampus gue, pake ditanya ke gue dulu lagi. Tar gua salah pilih, gue lagi yang kena" batin lian.
"Gak usah pake lipstik juga bagus kok sayang, bibir kamu kan udah pink" ucap lian berusaha mencari jawaban aman. Tapi nyatanya, jawaban yang lian berikan tetap mengundang kekesalan untuk salsa.
"Ck. Masak udah make up gini gak pake lipstik? Gimana sih mas?!!"
"Kan, tetap salah kan gue" batin lian.
"Bukan jawaban itu yang salsa mau. Mas tinggal pilih, bagusan yang mana di antara dua warna ini? Buruan mas pilihin!!"
Lian menghela nafasnya. Sambil berdoa dalam hatinya, semoga saja pilihannya kali ini tepat.
"Yang ini bagus sayang" tunjuk lian pada lipstik yang ia maksud.
"Okey" salsa mengangguk dan langsung mengoleskan lipstik itu dibibir ranumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Ficção GeralBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)