18

11.2K 481 75
                                        

"Pemirsa, telah terjadi kebakaran di lapas tahanan xxxx. Hingga saat ini, polisi masih terus berusaha untuk mencari penyebab kebakaran tersebut. Di infokan bahwa terdapat 27 tahanan yang masih terjebak di dalamnya dan 21 orang dinyatakan meninggal dunia. Berikut liputannya"

Nando seketika mematung mendengar siaran berita barusan. Ini adalah lapas tempat ayah Salsa di penjara. Begitu banyaknya korban yang masih terjebak, apakah Denis menjadi salah satunya?.

Nando segera menghubungi Lian, tapi Lian tidak bisa di hubungi.

"Anjingg lo kemana, Li? Angkat setan!!"

Nando kesal dengan Lian yang susah sekali dihubungin, Nando ingin memberikan berita ini ke Lian. Tapi ternyata Nando tidak tau jika Lian sudah lebih dulu tau tentang kabar duka ini.

Tidak berhasil menghubungi Lian, Nando beralih menelpon Toni. Ia ingin memastikan bagaimana kondisi ayah Salsa dan meminta jawaban, siapa saja yang menjadi korban dari kebakaran itu.

📞

Nando
"Toni, apa benar itu lapas yang sama di tempat pak Denis dipenjara?"

Toni
"Benar, pak"

Nando
"Terus bagaimana pak Denis? Apa dia baik-baik saja?"

Toni
"Loh bapak belum tau ya? Saya pikir pak Lian sudah memberi tahu ke bapak"

Nando
"Belum, cepat katakan"

Toni

"Pak Denis sudah meninggal akibat terjebak dalam kebakaran itu pak. Pak Denis tidak berhasil menyelamatkan diri, hasil outopsi menduga pak Denis sudah tidak sadarkan diri duluan akibat sesak nafas karena menghirup asap dari kebakaran itu. Dan pak Denis juga tidak ada yang bisa menolong, karena semua orang sudah pada fokus ke diri masing-masing untuk menyelamatkan diri. Tapi untungnya jasad pak Denis tidak hangus seutuhnya, hanya ada beberapa luka saja dan masih bisa di identifikasi"

Nando
"Innalilahi"
"Lian sudah tau kabar ini?"

Toni

"Sudah pak, justru pak Lian orang pertama yang saya beritahukan dari semalam"

Nando
"Sekarang kalian dimana?"


Toni
"Saya, pak Lian dan bu Salsa sudah di rumah sakit sejak semalam pak, jasad pak Denis baru selesai di outopsi dan jenazahnya baru selesai dimandikan. Setelah ini langsung di sholat kan lalu di kuburkan di pemakaman xxxx"

Nando
"Saya kesana sekarang"

Toni
"Baik pak"

Tut.

Telpon tertutup, Nando langsung berlari mengganti baju dan menuju pemakaman tempat jasad Denis di kebumikan. Ia tak menyangka bahwa Denis akan menjemput ajal dengan cara yang begini.

Apakah ini yang disebutkan dengan karma?.

***

Salsa masih terbaring lemah di atas brankar rumah sakit dengan tangan kirinya yang ter-infus .

Sorry For Your Grudge [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang