12

9.1K 370 23
                                        

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tapi tidak ada sama sekali tanda-tanda Lian akan pulang. Salsa begitu khawatir, kemana suaminya? Kenapa bisa pulang sampai selarut ini?.

Salsa memutuskan menunggu suaminya di depan teras rumah. Ia bersandar pada tiang sambil bersedekap dada. Matanya lurus kedepan, memandang ke arah gerbang depan. "Mas Lian dimana?" batinnya.

"Malam bu Salsa. Belum tidur?" Sapaan ini berhasil membuat Salsa terkejut dan tersadar dari lamunan nya.

"Ehh, malam pak. Bapak ngagetin saya aja"

"Hehe maaf, bu. Oh iya, perkenalkan saya Rojak. Biasanya bapak manggil saya mang Ojak" ucap satpam rumah itu sambil mengulurkan tangannya ke Salsa.

Salsa membalas uluran tangan Mang Ojak. "Saya Salsa mang. Panggil nya Salsa aja, jangan ibu" ucap Salsa.

"Aduh jangan atuh bu, saya gak enak, nanti saya kena marah sama bapak" jawab mang Ojak sungkan.

"Gimana panggil mbak aja. Saya masih muda, mang. Gak mau di panggil ibu" ucap Salsa dengan candaan.

Mang ujang pun juga mengangguk sambil tertawa. "Ya sudah, saya panggil nya Mba salsa aja ya" ucap mang Ojak.

"Iya boleh" ucap Salsa tersenyum ramah.

Tit... Tit... Tit...

Suara klakson mobil berbunyi, menandakan bahwa Lian telah pulang. Mang Ojak bergegas membukakan pagar rumah nya.

"Bapak udah pulang mba, saya bukakan pagar dulu" ucap mang Ojak yang kini sudah berlari membukakan pagar.

Mobil Lian terparkir tepat di garasi samping. Ia turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Ternyata Salsa masih setia menunggu sang suami di teras depan.

"Mas" Salsa mengulurkan tangan nya untuk salim.

Tapi tangan itu langsung di tepis oleh Lian "Apaan sih, minggir!"

Tanpa perduli, Lian langsung memasuki rumahnya. Salsa juga ikut masuk membuntuti Lian dari belakang.

"Mas, mau makan dulu apa mandi dulu? Salsa udah siapkan makan malam untuk mas Lian. Salsa masak udang balado kesukaan nya mas" tanya Salsa sambil berjalan mengikuti Lian yang terus melangkah.

Tapi Lian masih saja tidak perduli. Ia terus saja melangkahkan kakinya ke anak tangga menuju kamar.

"Mas, mau mandi dulu ya? Mau salsa siapin dulu air hangatnya? Ata-"

"Ck, bisa diam gak?!!" bentak Lian yang membuat Salsa terkejut seketika.

"Berhenti bersikap layaknya istri, Saya gak pernah anggap kamu istri. Denger?!!" lanjut Lian lagi.

"Terserah mas mau anggap Salsa apa. Tapi mas Lian tetap suami Salsa. Jadi Salsa harus menyiapkan semua kebutuhan suami Salsa" ucap Salsa sambil berusaha menatap Lian walaupun takut.

Lian tak menjawab ucapan Salsa. Ia langsung duduk melepas sepatu dan kaos kaki nya sendiri. Salsa melihat itu langsung berjongkok ingin membantu Lian membuka sepatu.

Tapi detik itu juga Lian langsung mendorong tubuh Salsa hingga terjatuh ke belakang. "Awshh..."

Terlihat Salsa meringis, tapi Lian hanya diam tak perduli. Lian kembali berdiri melepas jas dan juga kemejanya. Salsa masih saja berniat membantu dan menyambut jas yang Lian lepas.

Sorry For Your Grudge [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang