Salsa langsung masuk kedalam dekapan lian saat mereka sudah berada di atas kasur. Salsa mulai mendusel-duselkan wajahnya pada ketiak lian. Rasanya ia rindu berada di dalam pelukan suaminya. Menghirup aroma suaminya yang tidak ia dapati dari semalam. Tapi salsa tidak tau saja, bahwa lian semalam masih tetap memeluknya saat tidur walaupun keadaan hatinya sedang panas. "Salsa kangen..." lirihnya.
"Mas disini sayang, gak kemana-mana" balas Lian mengusap punggung salsa.
Salsa pun mendongak, menatap lian yang kini sudah memaafkannya dan mau di ajak berbaikan. "Jangan marah-marah lagi ya mas, please.... Salsa beneran takut lihat mas marah...."
"Yang penting kamu nurut dan gak bohong, mas gak akan marah sayang" balas lian.
"Udah ayo bobo, merem matanya. Mata kamu udah kaya kodok ini, bengkak karena nangis terus" lian mencoba menutup mata salsa dengan tangannya.
Salsa menolak, ia melepaskan tangan lian yang ada di matanya. "Tapi salsa belum ngantuk mas, salsa belom mau bobo..." ucapannya manja.
"Ini udah malem, saa" balas lian.
"Kita nonton aja gimana? Kita kan baru selesai makan mas, perutnya begah kalau langsung bobo. Nonton aja yukk" ajak salsa terlihat sangat excited sambil menarik-narik tangan lian untuk bangkit dari tidurannya.
Tak ada lagi niatan lian untuk menolak, ia hanya bisa menuruti apa kemauan istri kecil nya ini. "Ya udah, kita nonton. Tapi habis itu langsung tidur yaa"
Cup
Salsa mencuri sebuah kecupan di pipi lian. "Yeayyyyy, makacii mas sayang..."
Salsa pun langsung bangkit mengambil remot dan menyalakan TV yang ada di kamar mereka. Tidak lupa, salsa juga mengambil satu toples yang berisikan cemilan dan sebuah botol kecil yang ada di atas nakas samping kasurnya.
Salsa kembali menaiki kasurnya dan memberikan botol kecil itu kepada lian. "Mas, tolong pakein" pinta nya manja.
"Ini apa?" tanya lian saat sudah mengambil botol kecil itu dari tangan salsa.
"Itu oil mas, buat perut. Biar perutnya gak ada stretch mark" jelas salsa sambil menaikkan daster yang ia kenakan begitu saja, membuat celana dalamnya jadi terlihat jelas di hadapan lian.
"Heh, sengaja banget di angkat-angkat" tegur lian berusaha menurunkan daster salsa kembali. Namun salsa yang di tegur malah cengengesan sambil tersenyum jahil. Entah kemana rasa takut dan sedihnya tadi, tiba-tiba sekarang perasaan nya sudah jauh lebih baik saat sudah berhasil mendapatkan maaf dari lian.
"Takut sange ya sama salsa?" tanya nya polos.
"Jangan mancing-mancing, sayang. Nanti mas bayi bisa-bisa lahir sebelum waktunya" balas lian yang berhasil membuat Salsa tertawa, malah tidak ada takut-takutnya sama sekali.
"Lemah banget iman nya" ejek salsa tersenyum jahil.
"Emang! Cuma sama kamu doang mas begini" balas lian cepat.
"Sini, tiduran di badan nya mas" titah lian sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri. Dan dengan senang hati salsa menurut, ia langsung menyandarkan tubuhnya di dada lian yang sedang bersandar di head board kasur.
Lian langsung membuka botol oil itu, membalurkan oil itu secara merata pada perut istrinya yang memeng selalu mulus. Tidak ada stretch mark nya sama sekali, hanya ada garis perut yang terlihat.
"Emang wajib pake ini ya, sayang?" tanya lian.
"Heem, nanti perut salsa jadi rusak kalau gak pake oil ini. Nanti kalau rusak, terus ada stretch mark nya, mas jadi gak sayang sama salsa" jelas salsa sambil memakan cemilan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Fiction généraleBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)