Seminggu telah berlalu, hari begitu cepat berganti. Tak terasa hari dimana pernikahan paksa tanpa cinta ini akan dimulai.
Salsa masih saja menangis sedari di make up oleh MUA tadi. Air matanya tak sanggup ia tahan. Sebentar lagi ia akan menikah dengan orang yang tidak ia cintai.
"Mbak, aduh tolong udahan dong nangisnya, ini hari bahagiamu mbak. Jangan sedih dong, gak menempel ini bedaknya" ucap MUA itu mulai kesal karena Salsa terus saja menangis.
"Maaf..." hanya itu yang keluar dari mulut Salsa.
3 jam berlalu, Salsa sudah selesai di make up dan sudah memakai gaunnya. Ia memaki gaun berwarna putih panjang yang sederhana tapi elegant menurut nya.
"Nahhh dahh siap, dah cantikk. Perfecto" puji MUA itu.
Salsa hanya tersenyum sumbang merespon ucapan MUA itu sambil menatap dirinya pada pantulan cermin.
"Udah atuhh mbak nangisnya. Ini kan hari bahagiamu, sudah dong nangisnya. Kayak dipaksa kawin aja kamu, mbak. Lebay deh, kayak sinetron" ucap MUA itu lagi.
Salsa hanya diam, andai MUA itu tau. Pernikahan ini bukanlah pernikahan yang Salsa inginkan, apalagi impikan. Menikah dengan laki-laki yang tidak ia kenal, tidak ia cintai dan hanya untuk sebagai hukuman yang telah Ayahnya perbuat.
Ceklek
"Ca..."
Pintu kamar hotel ini terbuka, menampakkan sosok perempuan yang sudah lama belum ia temui lagi.
"Nabilla..."
Salsa terkejut dengan kedatangan Nabilla. Bagaimana mungkin sahabatnya itu bisa ada disini sekarang?.
Salsa dan Nabilla langsung memeluk erat satu sama lain. Saling melepas rindu dan saling menguatkan.
Salsa mulai kembali menangis. Air mata itu jatuh tnpa pernah ia minta. "Nab..."
"Ssstt sudah ya, aku udah tau semuanya, Caa. Aku disini, aku selalu temenin kamu kapan pun. Jadi nanti kamu harus cerita sama aku ya, jangan ada lagi yang ditutupin. Kamu punya aku, Ca. Kamu gak sendirian" ucap Nabila kepada Salsa yang masih saja menangis.
"Maafin aku, Nab. Aku gak mau buat kamu sedih. Kamu udah terlalu baik sama aku" ucap Salsa dengan tangis.
"It's okey"
"Gimana kamu bisa tau?"
Flashback on
Nando berjalan di lorong supermarket sambil mendorong troli. Ia memilih beberapa cemilan untuk stok di apartemen nya.
Fokusnya teralihkan ketika melihat perempuan yang tidak sampai mengambil snack di rak paling atas. Dengan senang hati ia menawarkan bantuan untuk perempuan itu.
"Mau dibantu?" tanya Nando.
Nabilla menoleh, menatap pria yang baik hati itu menawarkan bantuan. "Boleh" ucapnya.
Nando sigap mengambil snack yang di inginkan Nabilla. Lalu langsung memberikannya. "Nih..."
"Makasih ya kak" ucap Nabilla seraya mengambil snack itu.
"Sama-sama. Kenali, aku Nando" sambil mengulurkan tangannya ke Nabilla.
Nabilla pun membalas uluran tangan Nando "Nabilla"
Mata Nando salah fokus dengan ponsel yang ada di genggaman tangan sebelah kiri Nabilla. Wallpaper nya berhasil membuat Nando penasaran akan hal itu. Karna wallpaper hp Nabila saat ini adalah foto Salsa dan dirinya. Disini Nando tampak berfikir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
General FictionBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)