Sinar matahari pagi, masuk kedalam celah gorden kamar hotel yang ditempati oleh Lian dan Salsa. Sepasang suami istri itu masih terlihat nyaman berada di bawah selimut di ranjang king size itu.
Kalian tentu sudah dapat mengetahui, apa yang telah terjadi semalam. Begitu panas nya kegiatan yang mereka lakukan hingga membuat Salsa saat ini belum juga bangun karena begitu kelelahan.
Sedangkan Lian, pria itu telah terbangun sejak 15 menit yang lalu. Tapi ia memang sengaja tidak membangunkan istrinya. Biarlah Salsa beristirahat lebih lama sampai perempuan itu membuka matanya sendiri.
Tidur di bawah selimut yang tebal dan di peluk oleh suaminya saat ini, membuat Salsa rasanya berat untuk membuka matanya. Padahal, badan perempuan itu masih dalam keadaan naked dan tangan suaminya terus bergerak mengelus perutnya bergantian dengan payudara nya. Tapi hal ini, belum berhasil membuatnya sadar dari tidurnya.
Dengan kesadaran penuh, Lian mengusap perut Salsa berulang kali. Sesekali tangannya naik ke atas untuk meraba payudara Salsa yang memang tidak ada pelindungnya.
Dalam rengkuhan itu, sambil mengusap perut rata istrinya, Lian baru menyadari sesuatu. Bagaimana jika perut ini akan menumbuhkan bayi lagi. Lian mengingat-ingat dengan kegiatannya semalam bersama Salsa. Tidak ada sama sekali pelindung yang ia gunakan. Alat kontrasepsi, jelas tidak Lian gunakan saat menyetubuhi Salsa semalam. Padahal, semalam berulang kali Lian menumpahkan seluruh cairannya di dalam rahim istrinya.
Sedikit ada ketakutan sebenarnya di benak Lian, tapi benar-benar sedikit. Lian kembali teringat dengan kejadian dulu saat ia melakukan hubungan badan sama Salsa. Baru pertama kali ia melakukan, tapi Salsa telah berhasil hamil. Ia hanya takut kalau ini akan terjadi lagi, karena ini terlalu dini, anak nya masih begitu kecil jika harus memiliki adik. Dan bukan hanya tentang anaknya, tubuh istrinya juga pasti belum sepenuhnya pulih setelah melahirkan 2 bulan yang lalu.
Tapi apapun itu, Lian serahkan semuanya sama Tuhan. Tuhan pasti tau yang terbaik untuknya dan keluarga kecilnya. Jika malaikat kecil itu hadir lagi di rahim istrinya, itu artinya Tuhan memang telah mempercayai mereka akan memiliki anak kembali.
Lian menghela nafasnya, kemudian ia menghujami kecupan di pucuk kepala Salsa yang ada dalam pelukan nya ini. Karena hal ini, Salsa sedikit terganggu dari tidurnya. Ia menggeliat dengan mata yang masih terpejam, lalu ia kembali melingkarkan tangan nya di tubuh Lian untuk melanjutkan tidurnya.
Lian tersenyum melihat itu, sepertinya Salsa benar-benar lelah. Tapi hari sudah semakin siang, bukan karena mereka harus check out dari hotel ini. Tapi mereka harus menemui bayi yang sedang ikut sarapan bersama om, tante, dan bibi ART nya.
Tangan Lian bergerak mengusap pipi Salsa. Dengan suara yang terdengar lembut, Lian berusaha untuk membangunkan istrinya.
"Sayang..."
"Bangun yuk, sudah pagi"
"Sayang..."
"Hmm" hanya deheman yang Salsa suarakan dengan mata yang masih terpejam itu.
"Ayo bangun yuk, sudah pagi" ucap Lian menciumi pipi Salsa.
"Salsa masih ngantuk massss" rengek Salsa.
"Nanti tidur lagi ya, kita harus temuin Naka. Kamu juga harus sarapan dan pumping, nanti sakit nen nya kalau ASI nya gak di keluarin"
Mendengar itu, Salsa mulai mengerjapkan matanya. Perlahan matanya ia buka sambil ia kucek dengan tangannya sendiri.
Salsa telah membuka matanya dengan sempurna, dilihatnya Lian yang sudah tersenyum ke arahnya. "Good morning cantikkk" ucapnya.
"Morning mas" jawab Salsa dengan suara bangun tidur sambil ikut tersenyum pada suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Aktuelle LiteraturBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)