Pagi hari ini, perempuan muda yang berusia 19 tahun ini tengah sibuk bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.
Nabilla, sibuk mondar mandir mengambil barang-barang yang ia perlukan untuk dibawanya.
Salsa hanya bisa tersenyum dan duduk di pinggiran kasur. Memperhatikan sahabatnya yang tampak riweh dengan dirinya sendiri.
"Aduhhhh.... buku catatan ku mana yah?" ucap nabilla pada dirinya sendiri sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Salsa bangkit, ia mengambil satu buku yang ada di atas nakas sebelah tempat tidur nabilla.
"Ini..." ujar salsa sembari memberikan buku itu pada nabilla.
"Nahhh, iniiiii. Kamu dapat di mana ca?"
"Atas nakas, di samping kamu tidur" jawab salsa tersenyum.
Seketika nabilla menepuk jidatnya sendiri. "Oh iya, lupa. Semalam habis aku pake"
"Biasain di siapin dari malam, Nab. Biar pagi nya gak riweh" ujar salsa lembut
Nabilla hanya bisa menyengir, menampakkan gigi putih karena malu. "Hehe sorry, semalam udah telanjur ngantuk soalnya"
Nabilla, kembali memasukkan barang-barang yang memang ingin ia bawa ke dalam tas kampusnya. Terakhir, ia meraih kunci mobilnya yang ada di atas meja belajar.
Lalu ia menatap salsa yang masih terus memperhatikan ya. "Ca, ini gak papa aku tinggal?" tanya nya.
"Gak papa, aku bisa jalan pagi sendiri kok ke taman komplek" jawab salsa dengan senyuman.
"Jangan sendiri deh jalan nya, minta temanin bi wati aja" ujar nabilla.
"Gampang, bukan masalah besar kok" balas salsa.
"Sorry ya, besok kita jalan bareng lagi. Pagi ini aku mau ke perpus dulu soalnya, telaah materi yang ada di ujian nanti" ucap nabilla lagi dengan wajah tidak enak hati.
"Iya nab, santai. Semangat kuliah nya yaa" balas salsa masih dengan senyum manisnya.
"Ya udah kalau gitu, aku berangkat duluan yaa. Kamu jangan lupa sarapan nanti, kabarin aku kalau ada apa-apa, oke?"
Salsa mengangguk sambil menatap nabilla. "Hati-hatii" balasnya.
"By caaa... Assalamualaikum..." pamit Nabilla yang langsung melangkah pergi keluar kamar.
"Waalaikumsalam...."
***
Salsa menginjakkan kakinya pada rumput-rumput hijau di taman ini. Menghirup udara segar pagi hari yang cukup menyegarkan tubuhnya.
Ia menatap bunga-bunga yang tumbuh bermekaran cantik di taman ini. Membuat dirinya jadi tampak lebih tenang saat melihatnya.
Salsa kembali melangkahkan kakinya. Pagi ini, ia jalan seorang diri. Tanpa ada nabilla dan bi wati, itu semua karena dirinya sendiri yang menginginkan nya. Kalau tadi nabilla sempat menyuruh nya untuk jalan pagi bersama bi wati, sekarang salsa yang menolak itu. Ia tidak mau mengganggu pekerjaan bi wati yang nanti malah tertunda karena menemaninya.
"Hari ini kita jalan-jalan bedua aja ya mas. Aunty nab nya lagi sibuk hari ini" ucap salsa pada perutnya sendiri.
Salsa menundukkan dirinya pada kursi taman saat ia mulai merasa lelah, ia kembali menatap sang penjual es cream yang kemarin ia beli bersama nabilla. Ia mengukir senyum saat anaknya bergerak karena dirinya menatap gerobak es cream itu.
"Mas mau es cream ya?" ucap salsa mengelus perutnya sendiri.
"Sebentar ibun beli dulu yaa"
Baru saja salsa hendak bangkit dari duduknya, tiba-tiba sudah ada seseorang yang memberikan es cream itu tepat di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Ficção GeralBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)