Pagi telah tiba, matahari kembali hadir menampakkan cahaya nya. Seperti pagi biasa nya, Lian, Yati dan Syarla akan sarapan bersama sebelum memulai aktifitas nya masing-masing.
"Pagi, Bun. Pagi, dek" sapa Lian menarik kursi meja makan untuk ia duduk.
"Pagi abangggg" balas Syarla tampak ceria.
"Hmm udah ada yang mulai ceria lagi nih kelihatan nya?" ucap Lian yang sengaja menggoda Syarla.
"Ish, abanggg mah di ingetin lagi" jawab Syarla kesal.
"Iya iyaaa, ngambekan deh" balas Lian dengan sengaja menarik hidung Syarla.
"ABANGGGGG!"
"Bun, abang isenggg" adu Syarla pada Yati.
"Hey sudah dong, masa setiap pagi mesti berantem mulu sih bang, dek?!"
"Abang, adek nya jangan di gangguin terus" tegur Yati.
"Hihihi bercanda bunda" jawab Lian menyengir.
"Gak asik ih, dasar cepu" bisik Lian di telinga Syarla. Kembali lagi ia menjahili sang adik.
"Ihh, dasar jelek" balas Syarla memukul pelan lengan sang kakak.
Yati hanya dapat menggelengkan kepala nya melihat kelakuan kedua anaknya ini. Yang bisa setiap hari berantem, tapi bisa setiap saat juga menjadi kakak beradik yang rukun dan saling sayang.
"Abang sama adek mau sarapan apa?" tanya Yati hendak mengambilkan mereka sarapan.
"Abang nasi goreng, Bun" jawab Lian.
"Adek mau roti aja. Biar Syarla oles sendiri bun rotinya" jawab Syarla yang langsung mengambil selai coklat kesukaannya.
"Jangan banyak-banyak dek coklatnya" tegur Lian melirik Syarla yang begitu banyak mengambil selai coklat.
"Iya abang bawel" jawab Syarla.
Yati menyerahkan sebuah piring yang berisikan nasi goreng kepada Lian. "Ini bang nasi nya"
"Makasih bunda" ucap Lian.
"Oh iya. Abang hari ini mungkin pulang telat ya, Bun. Banyak kerjaan yang harus abang selesaikan di kantor. Bunda sama adek gak usah nunggu abang pulang, makan malam duluan aja gak papa ya" ucap Lian pada Yati dan Syarla.
"Jangan capek-capek bang kerja nya, jangan terlalu di forsir. Nanti malah sakit" ucap Yati khawatir.
"Iya aman, Bun"
"Kalau pulang malam, berarti abang makan malam diluar dong?" tanya Syarla polos.
"Iya lah dek, biasanya kan juga sama kak Nando makan nya" jawab Lian.
"Hmm okey. Yang penting Abang jangan telat makan ya, minum vitamin nya juga jangan lupa. Abang udah tua soalnya, harus butuh vitamin" ledek Syarla.
"Awalnya Abang seneng punya adik perhatian banget sama kakaknya. Tapi kok ujung nya malah nyebelin yaa, mau abang potong uang jajan nya? Hm?" ancam Lian ke bercanda.
"Ish,abang mah gak asik. Main nya potong uang jajan" kesal Syarla
1... 2... 3...
"Buunnnnn, bang Lian" ucap Lian dan Syarla serentak.
Lian yang sudah hapal dengan tingkah adik nya yang ketika di jahili uang jajan, ia akan mengadu ke Yati.
"Abangggg" tegur Yati.
"Syarla duluan bun, yang ledekin abang tua" adu Lian tak mau kalah.
"Yakan abang emang sudah tua. Harusnya sudah ada yang ngurusin, ada yang ngingetin makan sama minum vitamin" sindir Yati, yang malah berpihak pada Syarla.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
General FictionBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)