Lian menindih tubuh Salsa di sofa. Bibir nya dengan lahap melumat bibir manis Salsa. Tangannya langsung bergerak nakal masuk ke dalam piyama Salsa, memainkan payudara yang memang tidak terbungkus oleh bra.
Mengerti dengan kondisi yang anaknya sedang tertidur di kamar yang sama, Lian tidak mau membuang waktu lama. Segera cepat ia memulai permainan inti ketika Salsa sudah terangsang.
"Ahhh mashh..." desah Salsa saat tangan Lian memainkan payudaranya bersamaan dengan Lian yang sengaja menggesekkan miliknya yang masih terbalut oleh celana itu. Hal ini membuat Salsa juga jadi tidak sabar untuk menuju permainan inti nya.
"Cepeth masukin mash..." pinta Salsa.
Mendengar permintaan itu, seketika Lian mendongak. "Udah pengen banget?" tanya nya.
"Ihh, massss. Nanti anaknya bangun kalau lama" jawab Salsa merengek.
Lian tertawa kecil, "karena anak nya aja atau karena kamu nya juga yang udah kepengen?" tanya Lian jahil.
"Ishh, mas Lian lama" tanpa aba-aba Salsa langsung mendorong Lian kebelakang. Mengubah posisinya agar ia yang menjadi di atas, ia yang ingin memimpin permainan ini. Hal ini membuat Lian tertawa puas. Berhasil ia memancing istrinya.
Salsa langsung menurunkan celana yang suaminya kenakan. Sudah ada yang tegang di balik celana itu. Dengan segera Salsa langsung memasukkan milik Lian ke dalam lubangnya.
"Aaahh..." desah keduanya sama-sama terdengar saat mereka telah menyatu.
Salsa menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan tempo yang awalnya sedang hingga cepat. Dengan ekspresi yang sengaja ia perlihatkan sensual di hadapan Lian.
Hal ini membuat Lian menggila, gerakkan pinggul Salsa dibawah sana sudah begitu memabukkan untuknya, apalagi dengan pemandangan istrinya yang terlihat begitu cantik di atasnya sekarang ini. Kedua payudara yang besar itu terombang-ambing di hadapannya membuatnya tentu saja tidak tinggal diam. Tangan nya memainkan payudara itu hingga ia puas.
Salsa semakin mempercepat gerakannya, sudah ada yang ingin meledak di dirinya. Dan tidak butuh waktu lama, Salsa berhasil mendapatkan klimaks nya. Tubuhnya ambruk di atas Lian dengan keringat yang sudah sama-sama bercucuran.
Tapi baru saja ia ambruk di dada suaminya, Lian malah langsung mengubah posisinya lagi, menjadi Salsa yang ada di bawahnya. Tanpa mau memberikan jeda untuk Salsa, Lian langsung membuka kaki Salsa lebar-lebar dan memasukkan miliknya lagi di lubang istrinya.
"Ahh!" Desahan mereka kembali terdengar, meskipun tidak bisa selepas biasanya karena ada Naka di kamar itu.
Lian memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin. Ia tidak boleh egois hanya untuk memuaskan nafsunya. Alhasil Lian menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan semakin cepat.
"Mashhh..."
"Barenghhh" jawab Lian seakan sudah tau apa yang ingin istrinya katakan. Ia pun merasakan milik Salsa juga sudah berkedut dan semakin menjepit miliknya.
"Ahh! Mas Liannhh" jerit Salsa saat Lian menghentakkan miliknya beberapa kali bersamaan dengan tangannya yang menyentuh klitorisnya.
"Jhanganh nyaring-nyaring, sayanghh. Nanti anaknya bangunh" ucap Lian disela kegiatannya.
Rasanya Salsa ingin sekali menampar wajah Lian. Bisa-bisanya suaminya itu berkata demikian, padahal Lian lah yang membuat nya tidak sengaja mengeluarkan desahan yang nyaring.
Lian tersenyum puas, melihat Salsa yang sekarang menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahan itu lolos lagi dari bibinya. Wajah istrinya tampak frustasi, karena sudah menahan ada yang ingin meledak lagi. Tapi Lian juga tau, itu justru karena Salsa merasakan kenikmatan yang ia berikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
Fiksi UmumBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)