Kua tempatkan aku di antara, cinta dan dendam ~ Salma salsabil.
______________________________________
Suara langkah kaki terdengar sangat jelas di telinga salsa. Salsa yang sedang berada di dapur menyiapkan sarapan pun sontak menoleh. Dugaannya benar, sudah pasti itu suara yang dihasilkan oleh suaminya, Lian.
Pria tampan itu menuruni setiap anak tangga dengan wajah datarnya. Dan satu hal yang membuat salsa menyerngit, lian tidak memakai baju kantornya. Tapi lebih memilih baju yang lebih santai daripada memakai baju kerja yang telah salsa persiapkan lebih dulu tadi. Tanpa aba-aba, salsa langsung melangkah mendekat ke arah suaminya yang masih saja terlihat acuh dengannya.
"Mas lian..." Seketika kaki lian terhenti kala istrinya memanggil nama nya.
"Mas, kok gak pake baju kerja?" tanya salsa menatap lian.
Lian melirik salsa, "Menurut kamu? Saya akan tetap ke kantor dengan keadaan ibu saya yang ada di rumah sakit??!!"
Mendengat itu, salsa langsung menundukkan kepalanya. "Maaf mas..."
Salsa benar-benar bodoh sampai bisa melupakan ibu mertuanya. Padahal permasalah ibu mertuanya adalah masalah utama yang ada di kepalanya. Tapi malah ia sendiri yang melupakan itu.
"Minimal mikir!" ucap lian sebelum kembali melangkah tanpa pamit.
Salsa tentu, tidak diam saja. Ia ikut mengejar lian yang terus melangkah.
"Mas lian tunggu...."
"Gak mau sarapan dulu? Salsa udah masak mas" ucap salsa masih mencoba menahan lian yang terus berjalan.
"Gak laper" tolak lian.
"Mas, please..." Kali kini salsa berhasil menahan lian untuk berhenti melangkah.
"Makan dulu ya, nanti mas bisa sakit lagi kalau gak makan" bujuk salsa mengelus lengan lian dengan tatapan mata yang memohon.
Lian melepas tangan salsa di lengannya, "Gak usah sok perduli sama saya! Mau saya sakit atau engga juga gak ada ngaruhnya di kamu. Terbukti sendiri kan kemarin?! Jadi sekarang gak usah sok perhatian!!"
"Mas maaf, maafin salsa soal perkara itu kemarin. Tapi salsa sayang sama mas lian, salsa gak mau kalau mas sakit lagi. Apalagi mas sekarang mau ke rumah sakit, takut banyak virus di rumah sakit yang tertular nanti kalau badan mas gak fit"
"Omong kosong!" Ucap lian.
Mata salsa rasanya sudah mulai memanas saat mendengar itu, ingin ia mengeluarkan bulir air matanya. Tapi sebisa mungkin salsa tahan agar air matanya tidak jatuh.
Lian benar-benar tidak perduli dengan salsa. Bahkan ia menyadari mata salsa yang sudah berkaca-kaca ingin menangis. Tapi Lian tetap tidak perduli dan malah memilih ingin kembali melangkah. Namun seketika kaki lian berhenti ketika salsa bersuara.
"Salsa mau ikut"
Lian kembali menatap salsa saat istrinya mengatakan hal itu, "Mau ngapain?! Hah?! Mau nyakitin bunda lagi?!! Belum puas bikin bunda sakit gak bisa ngapa-ngapain kaya sekarang?!!" bentak lian.
Salsa langsung menggeleng kuat, "Engga mas, salsa mau lihat bunda. Salsa pengen tau keadaan bunda secara langsung. Salsa juga mau ikut bantu mas lian buat merawat bunda" jawab salsa menatap lian sendu.Tapi lian malah memalingkan tatapan nya seolah tanpa iba melihat salsa.
Sakit sekali hati salsa. Salsa benar-benar seperti kehilangan lian nya. Sekarang yang ada hanyalah lian yang suka marah-marah tanpa bisa merasakan ketulusan hatinya. Tanpa bisa menaruh percaya nya lagi kepada perempuan yang berstatus istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry For Your Grudge [END]
General FictionBuat kalian yang baca cerita ini, mohon untuk memperhatikan part nya ya. Karena no part di cerita ini tidak berurutan. Jadi di mohon untuk teliti di setiap next part, trims 💙. ### Terpaksa menikah untuk menebus semua kesalahan dimasa lalu yang bahk...
![Sorry For Your Grudge [END]](https://img.wattpad.com/cover/371685023-64-k564799.jpg)