•30

1.1K 19 2
                                        

•tandai typo!

•><•

"Udah selesai menemui sang pujaan hati?" tanya Reki dengan nada meledek.

Herza mendengus kesal, ternyata gadis itu cerdas juga, berangkat lebih pagi supaya Herza tidak bisa menemuinya, tapi lihat saja nanti, Herza tidak akan menyerah begitu saja.

"Sila udah berangkat dari jam 6 kata pak Dedi,"

"Buseeeettt, seorang Sila yang ngaret kalo berangkat sekolah mepet waktu bel, berangkat sepagi itu karena muak dengan seorang Herza yang katanya tampan nya melebihi Vero Bramasta?" oceh Reki panjang lebar, lalu tertawa puas di atas penderitaan sohibnya.

"BACOT SILIT! gue tampol juga mulut Lo!"

Saat hendak mengeluarkan suara lagi, dengan sigap Herza membekap mulut Reki.

"Daripada bacot mulut Lo bau got, mending anter gue ke si Bian."

"Chat dia dulu lah, pastiin ada gak orang nya di rumah,"

"Kelamaan." Herza menarik Reki dengan paksa ke garasi, memberi helm pada Reki lalu menyuruhnya naik.

Tidak ada waktu lagi, ia harus segera menemui Bian, karena kunci utamanya adalah dirinya.

Setelah lama berputar putar, memasuki gang sempit sampai hampir salah alamat, akhirnya keduanya sampai di depan sebuah rumah, kalau di liat dari kondisi dari kuat, sepertinya Bian kalangan orang bawah.

*Teman-teman ga bole shombong ya seperti Herjaaa ini

Herja bilek: author anj, kn Lo yang ngarang!"

*juga tidak bole kasar ya teman-teman;)

Lanjoootttt!!

"Panggil cepet," suruh Herza.

"Lo lah, kan yang butuh bukan gue," tolak Reki.

Herza memutar bola matanya malas, sambil berjalan ke depan pintu lalu mengetuknya.

"Permisi,"

Sudah 10 menit lamanya mereka bergantian mengetuk dan memanggil, tapi tetap tidak ada sahutan dari dalam.

"Kemana sih orang nya, punya rumah kok gak ada isi orang satupun!" gerutu Herza.

Di sela-sela Herza dan Reki yang terus mengetuk dan memanggil nama Bian, seorang ibu-ibu lewat sambil menenteng gas elpiji  menghampiri keduanya dengan bertanya.

"Ada apa ya mas-mas ini ribut di depan kontrakan saya? kalian nyari siapa?"

"Bian nya kemana ya buk?" tanya Reki langsung to the point.

"Ini kita dari tadi manggil-manggil sampe sakit tenggorokan orang nya gak muncul-muncul," ucap Herza.

"Ya gimana mau muncul, mau di panggil pake toa juga gak akan keluar," jawab ibu itu.

"Bian udah pindah sebulan yang lalu, dia saya usir karena nunggak bayar kontrakan selama 3 bulan,"

"Kira-kira pindah nya kemana ya buk?" sungguh sekarang Herza sangat panik.

"Gak tau, saya gak mau tau juga."

Herza terdiam.

Kalau Bian tidak ada disini, kemana lagi ia harus mencari Bian, sungguh Herza sangat butuh pengakuan Bian untuk bisa lepas dari pernikahan sial ini.

"Udah mending kalian pulang, atau mau sewa kontrakan saya? sebulannya 1 juta,"

Herza dan Reki saling pandang.

TITIK AKHIR. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang