•32

1.3K 29 5
                                        

Hari ini hari ke lima Mey di rumah sakit, dokter tadi bilang besok Mey sudah boleh pulang, itu adalah kabar yang Mey tunggu-tunggu.

Mey melihat jam yang ternyata sudah jam sembilan,  lalu matanya berpaling ke arah jendela, tidak ada kerjaan selain bengong meratapi hidup yang seperti shibal saekiya.

Ohiya, Barra dan Reyza dari kemarin tidak menampakan diri, entahlah, mungkin jadwal kuliah mereka padat, lagian juga tidak enak kalau terus di temani mereka, emangnya Mey siapa?

Dada Mey terasa sasak ketika nama Herza terlintas, sedang apa dia sekarang? bagaimana harinya beberapa hari ini? lalu Mey tertawa, bagaimana bisa ia berfikir seperti itu, sudah pasti hari Herza berjalan dengan sebaiknya, di tambah mereka tidak saling temu, merdeka sekali hidup lelaki itu hahaha.

"Dia aja bisa tanpa aku, masa aku galau kaya orgil, ga adil kan?"

Tapi perasaan gak bisa di bohongi. Sakit sekali melihat orang itu hidup sejahtera sementara Mey sengsara.

Pikiran Mey menerawang jauh waktu di tahun 2011, tahun dimana dirinya menerima cinta Herza, tahun dimana ia merasa sangat sangat di cintai oleh lelaki itu, Mey merasa seakan dunia ikut turut merayakan cinta mereka kala itu, dunia sangat amat berpihak pada dua orang yang sedang berbunga itu. Mey terlalu larut dalam kebahagian itu sampai ia lupa untuk memberi ruang pada luka, sekarang ia bingung caranya untuk merawat luka ini, dan, bagaimana caranya mengikhlas 5 tahun itu? tolong beri tau Mey caranya!!!!!

Sila, wanita perusak itu, Mey sangat benci, melihat wanita itu melangkah dengan baik di bumi ini rasanya Mey tidak ikhlas, dalam bentuk apapun karma nya nanti, semoga dia jauh lebih menderita dari Mey saat ini.

Bilang lah kalau Mey jahat, karena orang tidak akan mengerti sebelum merasakan.

Mey mengusap air matanya, hanya menangis dan bengong yang bisa Mey lakukan saat ini, terserah kalau kalian bilang kalau Mey cengeng atau lebay, Mey tidak perduli.

Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, tubuh Mey kaku mematung.

Dia ada di sana...

Lelaki yang sedang Mey tangisi.

"Bunda nyuruh gue kesini," ucapnya.

Bibir Mey tidak bergerak, suaranya tidak keluar untuk menjawab perkataan Herza, lebih tepatnya Mey malas untuk menjawab nya.

"Bunda minta untuk tinggal di rumah lagi, apart di ambil Papah," Herza duduk di sofa depan brankar Mey.

Mey mengalihkan pandangannya pada jendela, "Aku mau pulang ke Ibu."

"Apa maksud Lo? mau bikin gue tambah di benci Bunda? udah stop ya Mey Lo bikin hubungan gue sama keluarga gue berantakan."

Lucu sekali ucapan lelaki binatang ini.

"Kamu meminta aku dengan baik untuk menjalin hubungan ini awal nya, jadi aku minta tolong, pulangkan aku ke orang tua ku dengan cara yang baik,"

"Gue gak pernah minta buat jalanin hubungan ini!!"

"Kamu yang saat itu minta untuk aku untuk jadi pacar kamu, dan kamu yang sudah merayuku untuk masuk ke nafsu kamu Herza."

"Bukan aku yang hancurin hidup kamu,  tapi jemari kamu yang merusak hidup mu sendiri."

"Jangan playing victim, jangan jadikan orang lain sebagai kambing hitam dari kehancuran kamu."

"Soal pernikahan ini, aku berhak untuk meminta tanggung jawab dari kamu."

"Itu bukan anak gue sialan!!"

Seketika suasana seakan panas menyengat. Api di dalam tubuh Herza begitu membara, sampai air di tubuh Mey kalah.

TITIK AKHIR. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang