Lanjutin baca guys!
***
**
*
.
............
"Cash mbak."
sontak Naira dan nazaya menolehkan kepalanya terkejut, ternyata lelaki itu adalah Azzam yang entah darimana datangnya.
"LOH?" reflek Naira terkejut.
"A-azzam? Eh gausah-gausah, kita punya uang kok untuk bayar." Ujar nazaya yang hendak menyodorkan uangnya lagi kepada kasir, namun Azzam menahannya.
"Udah, biar saya aja yang bayar. Ni belanjaan nya, pulang gih dah malem."
"Gausah, aku ada uang kok." Tolaknya lagi.
"Iya saya tau kamu punya uang, tapi ini belanjaannya biar saya aja yang bayar." Ucap azzam kekeuh.
Kasir yang Melihat pemandangan dihadapannya itu bahkan menggelengkan kepalanya bingung.
"Ga..."
"No,no,no. Saya aja yang bayar."
"Ni mereka berdua Napa sih daritadi gak selesai-selesai." Gumam Naira dalam hati.
"Ini card nya." Ujar azzam menyodorkan kartu ATM nya pada kasir itu.
Kasir tersebut meraih kartu ATM yang di berikan oleh Azzam untuk membayar segala belanja nazaya dan Naira yang sudah terbungkus kantong plastik.
"T-tapi.."
"Sstt...udah gapapa, apa mau saya anter pulang sekalian?" Ucap Azzam sambil memberikan tawaran.
"Bo...."
Naira yang antusias ingin menjawab, tetapi dengan cepat di potong oleh nazaya.
"E-eh nggak-nggak, kita mau jalan aja soalnya lebih sehat kalo jalan kaki. I-iya nggak nai? Kalo gitu terimakasih banyak ya udah di bayarin, kami pulang dulu Assalamualaikum." Jawab nazaya yang menolak tawaran Azzam serta mengucapkan terimakasih.
Jika saja ia tidak cepat memotong ucapan Naira, sudah pasti ia sangat malu sekarang.
"waalaikumussalam." Jawab azzam pelan.
"Tapi, Za...."
"Udah nai, jangan malu-maluin." Ucap nazaya berbisik.
"Sekali lagi makasih ya." Ujar nazaya dengan cengiran tertekannya sambil meraih kantong plastik yang berisikan belanjaan tadi dan langsung keluar minimarket sambil menarik lengan Naira.
"Iya sama-sama." Jawab Azzam yang menampakkan senyum manis disertai kekehan. sungguh, calon istrinya ini sangat gemas dimatanya.
***
"Huhh, akhirnya sampe." Nazaya lega akhirnya mereka berdua sampai di depan gerbang panti asuhan setelah berlari dari minimarket tadi.
"La-lagian kenapa ha-rus lari sih Za?" Naira bertanya dengan nafas yang terengah-engah.
Nazaya menstabilkan nafasnya terlebih dahulu sebelum menjawab.
"gak papa sih. Daripada kita nanti di anterin pulang sama azzam, mending lari aja."
"Harusnya bagus dong kalo di anterin, ini kamu malah nolak." Kesal Naira.
"Aku gaenak nai, tadi juga belanjaan kita udah di bayarin sama dia, masa kita mau ngerepotin lagi sih di anterin pulang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Azzam Al-Fatih
Dla nastolatków"Ketenangan itu hadir kala mata ini melihat wajahnya." -Azzam ⚠️ Warning... →Cerita ini belum memasuki proses revisi, jadi mohon maaf apabila ada typo, atau part/bab yang kurang menarik untuk dibaca🙏🏻 *** Azzam. Seo...
