Mau lanjut baca?
Tekan dulu vote nya🌟
-------------------------------------
Happy reading guys ❤️
.........................
Setelah mendarat di bandara, pasangan suami istri paruh baya itu dengan lekas, segera menuju rumah sakit. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih satu jam menuju kesana, akhirnya mereka telah tiba.
Abi Irfan dan umi Salma berjalan tergesa-gesa menuju ruangan sang menantu yang saat ini telah dipindahkan ke ruang rawat. Tiba di ambang pintu, mereka memasuki ruangan tersebut sembari mengucap salam.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumussalam." Jawab semua orang dari dalam.
Ternyata disana hanya ada Azzam, Naira, dan bu nur, yang saat ini menemani nazaya. Karena semua anak brave lion telah pamit untuk pulang.
Nazaya yang masih dengan selang infusnya, kini keadaannya berangsur membaik. Posisinya sekarang tidak lagi berbaring, namun tengah duduk di atas kasur rumah sakit setelah makan bubur tadi. Sebelumnya dokter berkata jika nazaya mengalami dehidrasi ringan dan kelelahan yang berlebih. Ditambah, ada cedera di salah satu kakinya. Namun sekarang, semuanya telah ditangani, nazaya semakin pulih.
"Nazaya!!" Begitu melihat sang menantu, umi Salma segera berhambur memeluk nazaya dengan erat. Seakan tak menyangka jika waktu masih menyisihkan masa nya untuk bertemu kembali dengan menantu kesayangannya. Padahal setelah mendengar kabar bahwa pencarian nazaya akan diberhentikan dalam beberapa hari lagi jika ia tak dapat ditemukan, tapi lihat, ternyata takdir memberi kejutan yang tak disangka-sangka.
Wanita itu mencium kening, serta pipi menantunya. Air mata itu seakan tak berhenti mengalir, menangisi nazaya yang kembali terlihat di depan mata, bukan hanya sekedar bayangan semata. "Alhamdulillah... Nak. Akhirnya umi bisa lihat kamu lagi," ucap syukur umi Salma.
"Nazaya juga kangen banget sama umii..."
Sementara Abi Irfan yang mendekat ke arah mereka, tersenyum hangat dengan mata berkaca-kaca. Ia menatap Nazaya lekat, banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam pikirannya. Apapun itu, yang paling utama adalah keluarga mereka telah utuh seperti semula. Allah maha baik.
"Alhamdulillah..., Kamu sudah kembali dengan selamat," ucapnya pelan, lalu menyentuh pundak Azzam yang berdiri di samping tempat tidur. "Anak abi hebat, Terimakasih ya."
Azzam hanya terkekeh sembari mengangguk pelan, "Allah kabulkan Doa Abi, umi, sama semuanya. Azzam juga nggak mungkin mampu kalau sendirian."
Abi Irfan kemudian mengelus pelan puncak kepala nazaya, sangat lembut. "Setelah ini... Bangun rumah tangga kalian lebih erat lagi, ya. Abi disini cuma berdoa, semoga kalian bisa membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah sampai Jannah."
"Aamiin, Terimakasih, Abi."
***
Hari telah menjelang senja, matahari mulai menenggelamkan dirinya di ufuk barat dengan Semburat Cahaya keemasan yang masuk dari jendela kamar rawat. Banyak orang menyebutnya, sunset.
Kedua orang tua Azzam telah kembali pulang ke rumah untuk sementara waktu. Disebabkan sudah dua hari mereka pergi ke luar kota, maka dari itu Abi Irfan dan umi Salma berniat untuk mengecek keadaan rumahnya yang telah ditinggalkan. kini, Naira dan bu nur pun berniat untuk pamit pulang juga, karena masih banyak pekerjaan di panti asuhan yang harus di urusnya.
Sama halnya dengan Naira, gadis itu harus kembali ke tempat kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah ia tinggalkan setelah mendapat kabar bahwa nazaya telah kembali, ia meminta izin pada atasannya untuk pergi dalam beberapa jam, dan mengganti sift nya pada malam hari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azzam Al-Fatih
Fiksi Remaja"Ketenangan itu hadir kala mata ini melihat wajahnya." -Azzam ⚠️ Warning... →Cerita ini belum memasuki proses revisi, jadi mohon maaf apabila ada typo, atau part/bab yang kurang menarik untuk dibaca🙏🏻 *** Azzam. Seo...
