BAB 05. Dijodohkan

805 104 2
                                        

Happy reading❤️
Jangan lupa vote dan komen guys!

***

**

*

................

"Bu nur, Abi, umi. Liat ni, Tangan nazaya gerak!"
Bak seorang anak kecil, azzam kegirangan saat memanggil tiga orang di sampingnya itu.

"Alhamdulillah ya Allah..." Segera saja Bu nur langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri sang anak asuhnya tersebut.

"Alhamdulillah......"

Gadis cantik itu membuka matanya samar-samar setelah terpejam lama dari alam bawah sadarnya.
"I-ibu..." Lirihan kecil terucap saat itu juga.

Tak dapat di pungkiri, Bu nur sangat bahagia saat mendengar nazaya memanggil nya.
"Nazaya?... Iya nak, ibu disini. Alhamdulillah kamu sudah sadar."
Ucap syukur Bu nur.

"I-ini dimana Bu? M-mereka siapa?" Tanya nazaya sedikit terkejut yang masih tampak Ling-lung karena pendarahan yang terjadi tadi.

"Ini lagi di rumah sakit Za. Dan mereka semua adalah teman temannya ibu yang jenguk kamu."

Nazaya mengangguk pelan, jujur saja ia masih merasakan nyeri di bagian kepalanya. Hingga tak sengaja, netranya menangkap seorang lelaki yang berdiri di sampingnya, namun lelaki itu berdiri sedikit jauh. nazaya mengenalnya, dia lah orang yang ia selamatkan tadi.

"A-azzam?"

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, kini azzam tengah berbaring di atas tempat tidurnya setelah baru saja pulang dari rumah sakit.
Tubuhnya terasa sangat lelah, ia memijat pelipisnya yang terasa sangat pening.

Ceklek

Pintu kamarnya terbuka, sontak azzam menolehkan pandangannya ke arah pintu itu dan mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk.

"Assalamualaikum."

"Eh Abi? Ada apa, bi?" Tanya Azzam sopan.

"Jawab dulu dong salamnya."

"Oh iya. Waalaikumussalam. Kenapa bi, kok tumben malam-malam gini ke kamar azzam?" Tanyanya.

"Loh emangnya Abi gak boleh masuk kamar kamu?"

"Ya bukan gitu, kan kita Baru aja pulang dari rumah sakit."

"Terus?"

"Emangnya Abi nggak capek?"

"Capek. Tapi ada yang mau Abi omongin." Jawab Abi Irfan.
Memang orang tua satu ini susah di tebak. Kadang sifatnya serius, kadang juga suka ngelawak =⁠_⁠='

Azzam dibuat penasaran dengan ucapan Abinya.
"Mau Ngomong apa, bi?" Beo Azzam.

Abi Irfan mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur azzam."Zam. Apa dia gadisnya?"

"Hah?" Azzam mengerutkan keningnya bingung, sebenarnya Abinya ini berbicara tentang apa.

"Maksud Abi?"

Bukannya menjawab, Abi Irfan malah menaik turunkan alisnya kepada Azzam.
Beberapa saat kemudian azzam paham apa yang di maksud Abinya dan menganggukkan kepalanya.

"Jadi kamu yakin Abi jodohkan dengannya?"

"Insyaallah, Bi. Azzam udah yakin!" Ucap Azzam penuh kepastian.

"Kalau memang dia yang Abi pilih untuk azzam, azzam terima bi.

"Alhamdulillah..."

"Semoga Allah beri kelancaran ya, zam."

Azzam Al-FatihCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang