Happy reading guys ❤️
Jangan apa?
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Jangan lupa vote nya☺️🫵
Oiyaa, mau kasih tau. Guys kalo misalnya ada nama-nama tokoh baru yang muncul pada saat diceritakan bersama rombongan brave lion, itu berarti salah satu dari anggota brave lion yaa!!
***
"LEPASINNN!!! TOLONG LEPASINNN SAYAA!!!"
"TOLONGGG!!!"
"TOLONG!!"
Gadis itu memekik sekuat tenaga, berharap ada seseorang yang dapat menolongnya dari kendaraan ini.
Tak bisa dipungkiri, ia benar-benar ketakutan sekarang. Entah kemana ia akan dibawa oleh tiga lelaki ini, sungguh, nazaya sangat menyesal karena membiarkan sembarang orang untuk masuk ke dalam rumahnya.
"DIAM!!" Sentak lelaki yang tengah memegangi tangannya. Namun, perlakuan lelaki itu dibalas tatapan tajam oleh lelaki di sisi lainnya, yang sebelumnya mengaku sebagai seorang ahli service itu. Lelaki itu seperti memberi isyarat agar nazaya tak mendapatkan perlakuan kasar oleh temannya.
Benar saja, lelaki itu segera menunduk dan melonggarkan sedikit pegangan tangannya pada pergelangan tangan nazaya yang sebelumnya sangat erat.
"Sssttt...jangan teriak-teriak, ya?"
Hah, apa nazaya tak salah dengar? Mengapa lelaki ahli service itu tiba-tiba merubah nada bicaranya menjadi sangat lembut. Bahkan, ia pun mengusap kepala nazaya dengan halus. Apa maksudnya?
Nazaya segera menghindar memalingkan kepalanya ketika tangan lelaki itu ingin menyentuh wajahnya.
"Wallahi saya nggak ridho dengan perlakuan kalian semua!! Saya nggak ridho disentuh, dan di pegang oleh lelaki yang bukan mahram seperti kalian!!!" Nazaya berucap dengan nada tinggi.
"ATAS DASAR APA KALIAN MELAKUKAN SEMUA INI???!!" sentak nazaya kembali.
Seperti tak mendengarkan, lelaki itu kembali meletakkan jarinya di hadapan wajahnya yang tertutup oleh masker, ia seperti mengisyaratkan untuk diam.
Nazaya semakin geram dibuatnya, ia pun semakin penasaran dengan wajah lelaki yang tertutupi oleh masker itu. Bagaimana caranya agar ia dapat membukanya.
Disaat mobil yang di kendarai oleh lelaki ketiga itu melaju dengan kencang, tiba-tiba saja ada sebuah kubangan air didepan. Dari jarak jauh memang kubangan itu terlihat layaknya seperti tanah biasa, tapi siapa sangka, kubangan itu ternyata lumayan dalam. Mobil itu pun seketika terguncang keras saat ban depannya menghantam kubangan air.
BRAK!!
Dug!
Nazaya hampir terlempar dari kursinya akibat hentakan mendadak tersebut.
"LO BISA NYETIR GAK SIH?" Teriak lelaki yang tengah memegangi tangan nazaya di belakang.
"Astaghfirullah hal'azim, ni mobil ban nya copot kah?"
Nazaya tak membuang waktu, ia segera memanfaatkan situasi itu. Dengan cepat, ia mencoba menarik masker dan kacamata dari lelaki penculik yang berada di sampingnya.
"HEI! APA YANG KAMU LAKUKAN?!" Lelaki itu berteriak sambil memegang kembali maskernya.
Namun, Nazaya berhasil melihat sekilas wajahnya. Dalam hatinya, ia berusaha mengingat setiap detail, dari alis yang tebal hingga bekas luka kecil di dagunya. Mengapa wajah itu begitu familiar?
"KA-KAMU??!" Pekik nazaya bagai tak percaya. Kedua pupil matanya sontak melebar, begitu terkejutnya ia dengan lelaki ini.
"RANDY???!!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Azzam Al-Fatih
Ficção Adolescente"Ketenangan itu hadir kala mata ini melihat wajahnya." -Azzam ⚠️ Warning... →Cerita ini belum memasuki proses revisi, jadi mohon maaf apabila ada typo, atau part/bab yang kurang menarik untuk dibaca🙏🏻 *** Azzam. Seo...
