Happy reading ❤️
.............
Pagi hari
........
"Mau kemana sih? Mau beli sarapan?Kok tumben banget pagi-pagi gini ngajak keluar. Emangnya mas nggak ke kantor? Nanti kalau karyawan pada nyariin mas gimana?" Serbu nazaya dengan banyak pertanyaan.
"Satu-satu tanya-nya, Sayang..." Sahut Azzam seraya menatap istrinya sejenak dengan membuat lengkungan manis di bibirnya, setelahnya ia kembali fokus menyetir.
"Iyaaa, hari ini kita mau kemana, mas?" Tanya nazaya kembali.
"Rahasia."
Huh! Nazaya mendengus kesal, ia benar-benar dibuat penasaran dengan suaminya yang tiba-tiba mengajaknya pergi tanpa memberi tahu tujuannya kemana.
"Pake rahasia segala sih! Mau ngajak ke warteg ya?" Celetuk nazaya, kebetulan juga mereka belum sarapan pagi, dan Azzam sudah mengajaknya keluar. Padahal nazaya tak enak jika ia tak membantu umi Salma menyiapkan sarapan, tapi kedua mertuanya itu justru menyetujui dengan antusias saat ia izin untuk keluar, bahkan itu juga membuatnya bingung.
Azzam terlihat berfikir sejenak, setelahnya ia menjawab, "Boleh juga," jawab Azzam disertai kekehan.
Nazaya memutar bola matanya, tak mau ambil pusing, ia pasrah saja mengikuti kemana arah mobil berjalan ketempat tujuan suaminya.
***
Di suatu tempat
.....
"Jadi, kapan kita mau mulai?"
Lelaki yang berada sedang duduk disebuah bangku itu menoleh, kepalan tangannya ia jadikan sebagai tumpuan dagu, menatap intens kepada lawan bicaranya dengan menampilkan senyuman smirknya.
"Kenapa? Lo udah gak sabar?" Tanyanya dengan suara khas serak-serak basah.
Lelaki itu kembali mengeluarkan suaranya dengan tertawa terbahak-bahak sambil meraup kasar wajahnya, nampak seperti orang yang sedang mendapati kesenangan.
Setelahnya ia terdiam sejenak, lalu menunduk.
"Kita akan mulai....Saat semua persiapan sudah matang!"
Ucapnya perlahan penuh kepastian.
"Kita semua atur strategi!"
"Pastikan orang suruhan kita bisa dipercaya!"
"Atur sebaik mungkin!"
"SIAP!!"
"Kali ini jangan gagal..."
.....
***
Kendaraan roda empat itu berhenti tepat di hadapan sebuah bangunan berupa hunian yang cukup besar, berarsitektur modern dengan sentuhan minimalis. Nazaya mengernyitkan dahi, menatap bingung bangunan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
"Mas, ini....rumah siapa?" tanyanya penuh rasa penasaran, sementara Azzam sudah keluar dari mobil dan bergegas membuka pintu untuknya.
"Kamu akan tahu sebentar lagi," jawab Azzam tersenyum lebar, lalu menggandeng tangan istrinya.
Nazaya hanya bisa menurut, meski rasa ingin tahunya semakin memuncak. Mereka berjalan menuju pintu utama, dimana terdapat sebuah gantungan pintu bertuliskan welcome to Azna house.
"A-azna?"
Azzam mengedipkan sebelah matanya.
"SELAMAT DATANG DI RUMAH AZZAM DAN NAZAYA!!!!!" Seru Azzam yang langsung memberikan sebuah kunci kepada istrinya.
"Azna itu singkatan dari nama kita, sayang." Jelas Azzam yang membuat kedua mata nazaya seketika berkaca-kaca.
Nazaya menggenggam kunci itu dengan tangan bergetar, air mata perlahan menggenang di sudut matanya. "Mas... ini... rumah kita?" tanyanya dengan suara yang nyaris berbisik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azzam Al-Fatih
Teen Fiction"Ketenangan itu hadir kala mata ini melihat wajahnya." -Azzam ⚠️ Warning... →Cerita ini belum memasuki proses revisi, jadi mohon maaf apabila ada typo, atau part/bab yang kurang menarik untuk dibaca🙏🏻 *** Azzam. Seo...
