....
Mau baca lanjutannya?
---------
Jangan lupakan untuk vote dulu, ya!
Cuma klik di pojok kiri bawah aja kok😔
Happy reading guys ❤️
...........
Qadha shalat adalah sholat yang dilakukan untuk mengganti sholat yang terlewat atau ditinggalkan. Qadha sholat dilakukan karena uzur ketidaksengajaan, seperti lupa atau tertidur.
Sama halnya seperti nazaya saat ini, beribadah adalah kewajiban yang harus diutamakan, tak ada alasan untuk meninggalkannya. Untungnya tempat itu terpasang satu buah jam dinding yang dapat memudahkan perempuan itu mengetahui waktu beribadah nya.
Meski tak menemukan adanya air untuk berwudhu, perempuan itu memanfaatkan debu disekitarnya untuk ber-tayamum. Sebelum memulainya, nazaya terdiam sejenak, ia terfikir betapa Tuhannya sangat memberikan kemudahan bagi hambanya, selalu ada cara dibalik kesulitan. salah satunya saat hendak bersuci (thaharah) seperti ini, air dapat digantikan dengan debu (yang suci dari najis). Maa sya Allah.
Sabda Nabi yang diriwayatkan Abu Umamah. Dimana, Rasulullah Shalallahu'alaihi wa'sallam bersabda: "Bumi beserta isinya dijadikan untukku dan untuk umatku sebagai masjid dan (alat) bersuci. Di mana pun datang waktu shalat, maka (tanah) dapat dijadikan sebagai tempat sujud (shalat) dan bersuci." (HR Ahmad dalam al-Fath ar-Rabbani, (hal. 187-188)
Beberapa saat mematung, perempuan itu baru teringat akan sesuatu.
"Tapi..., Ini kiblatnya ke arah mana ya?" Gumam nazaya memikirkan kemana arah kiblat yang akan ia tuju di tempat yang tak ia kenali saat ini. Jangankan mendengar suara azan, yang terdengar hanyalah suara kicauan burung dari luar yang menemaninya dalam kesunyian ini.
"Oo.. Iya!" Perempuan itu melirik ke arah fentilasi udara yang berada tepat di hadapannya, fentilasi itu memancarkan cahaya matahari sore yang letaknya pada arah barat.
Nazaya tersenyum kecil memandangnya. "Bismillah, In sya Allah kiblatnya ke arah sana." Ujarnya menguatkan hati, berpegang teguh pada keyakinan yang ia tuju.
°Arah kiblat dapat dibaca dengan memanfaatkan posisi matahari saat berada di atas Ka'bah, terbit, dan tenggelam.
→Jika seorang muslim berada di suatu tempat yang tidak dapat menentukan arah kiblat, maka ia harus shalat menghadap arah yang menurutnya paling mungkin sebagai arah kiblat , dan ia tidak harus mengulang shalat setelah itu. Seperti yang tertulis dalam ayat berikut:
Dan kepunyaan Allah lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap, di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS Al-Baqarah: 115).
Perempuan itu mulai menggulung kain lengan pakaiannya hingga siku, dan melepaskan hijab yang bermodel Khimar tersebut sehingga menyisakan Ciput yang menutupi rambut. Ia kemudian membaca niat untuknya memulai tayamum.
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى
"Nawaitut tayammuma lisstibaahatish shalaati fardlol lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah ta'ala."
Setelahnya, ia mencari debu yang bersih (suci) pada dinding tembok Tersebut. Dan melakukan tayamum nya hingga selesai, kemudian di akhiri dengan bacaan doa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azzam Al-Fatih
Teen Fiction"Ketenangan itu hadir kala mata ini melihat wajahnya." -Azzam ⚠️ Warning... →Cerita ini belum memasuki proses revisi, jadi mohon maaf apabila ada typo, atau part/bab yang kurang menarik untuk dibaca🙏🏻 *** Azzam. Seo...
