BAB 23. Dalam bahaya

349 72 2
                                        

Happy reading guys ❤️
.........

Deg!!

"ASTAGHFIRULLAH HAL'AZIM!!!"

"MAU APA, KAMU??!!!"

Teriak nazaya dengan nada ketakutan begitu menyadari lelaki yang ingin ia cari, ternyata sudah berdiri disampingnya saat ini. Bahkan lelaki itu semakin mendekat ke arahnya.
Nazaya yang ketakutan dengan tubuhnya yang sudah bergetar saat ini, lantas ia memundurkan langkahnya saat lelaki itu semakin dekat.

"APA YANG KAMU MAU LAKUKAN??!!! JANGAN MACAM-MACAM!!!" Bentak nazaya penuh penekanan. Ia ingin melarikan diri dari rumahnya, namun mustahil, posisinya saat ini seperti terkepung oleh lelaki itu yang kian mendekat.

"Ayo ikut saya," lelaki itu menjawab dengan suara beratnya, seketika membuat nazaya merinding. meskipun ia menggunakan penghalang wajah, namun, terlihat samar-samar bahwa ia tengah membentuk senyuman liciknya.

Nazaya tak tahu apa lagi yang harus ia perbuat, keringat dingin mulai bercucuran membasahi keningnya, serta kedua bola matanya yang sudah berkaca-kaca. Ingin meminta bantuan lewat telfon juga, tetapi ponselnya tertinggal di atas meja. Dzikir dan doa ia lafalkan, guna meminta pertolongan pada sang pencipta.

"رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ"
(Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang kafir.) Lafalnya lirih.

"Ya Allah... Tolong selamatkan hamba.." jeritnya penuh harap.

"Sebenarnya apa tujuan kamu??!! Sangat ingatkan kembali, jangan mendekat!"

"Tolong...Saya tidak mau menimbulkan fitnah dalam keluarga saya!" Mohon nazaya dengan suara lirihnya namun penuh penekanan.

Seperti tak mendengar, lelaki itu tetap melangkahkan kakinya mendekati nazaya yang sudah terpojok. Nazaya terus memundurkan langkahnya dengan tubuh bergetar, hingga akhirnya punggungnya membentur dinding. Nafasnya tercekat, menyadari sepertinya tak ada lagi ruang untuk melarikan diri.

Setetes air mata berhasil lolos dari pelupuk matanya. Dalam situasi seperti ini, ia masih mencoba berfikir keras untuk melarikan diri. Hingga,
Sedikit celah ia temukan, nazaya berusaha mempersiapkan kepercayaan dirinya untuk lepas dari situasi yang mencekamnya ini.

Meski ada rasa ragu yang menyelimutinya, ia berusaha untuk melawan itu. "Bismillah, kita gaakan pernah tahu apa yang terjadi sebelum memulai." Ujarnya menguatkan diri dalam hati.

Brak! Ia memulai langkah kakinya dan mencoba melewati sisi bawah rentangan tangan lelaki itu.

Nazaya berhasil melesat dengan tepat di bawah hadangan tangan itu. Tapi belum sempat ia melangkah jauh, pergelangan tangannya dicekal dengan kuat. Seketika tubuhnya tertarik ke belakang, membuatnya hampir terjatuh.

"Tidak semudah itu untuk kabur," suara lelaki itu terdengar tajam dan meremehkan.

Nazaya menggigit bibirnya, rasa sakit di pergelangan tangannya mulai menjalar. Air mata tak tertahan lagi, mengalir membasahi pipinya. Tapi di balik ketakutan itu, ia tak ingin menyerah begitu saja.

"Demi Allah, lepaskan saya!!" Nazaya mengeluarkan suaranya dengan nada tinggi. Dengan sisa keberaniannya, nazaya mengayunkan tangan bebasnya dan menampar wajah lelaki tersebut sekuat tenaga.

Azzam Al-FatihCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang