.......
Mau lanjut lagi bacanya?
Vote dulu yaaa🌟 setidaknya, itu sebagai tanda untuk menghargai penulis(◔‿◔)
-----------------------------------------------
Bukan kamu yang menemukan ku, Bukan aku pula yang menemukan mu. Melainkan Allah, yang menakdirkan kita untuk kembali bersatu.
♪♪♪
----------------------------------------------
Happy reading guys ❤️
.......
"Nduk, Nazaya!" suara Bu Sri terdengar lantang dari beberapa meter di belakang, memanggil dengan cemas.
Entah apa yang gadis itu pikirkan, panggilan tersebut seolah tak sampai ke pendengaran Nazaya. Langkahnya terus melaju tanpa ia sadari, pandangannya mulai kabur, tubuhnya digerakkan oleh sisa tenaga yang makin menipis. Ia tak memperhatikan jalanan di depannya. hingga sampai beberapa langkah di depan, Tiba-tiba saja kakinya tersandung akar pohon yang menjalar dari sela-sela tanah yang mulai menurun curam. Ditambah, dibawah sana ada banyak batang pohon tumbang yang mengarah ke atas dengan runcing.
"Allahu Akbar!" Nazaya terperanjat. Ia lupa jika jalanan di depan yang sempat ia lewati sebelumnya itu terbilang berbahaya.
Nazaya terhuyung ke depan, tubuhnya kehilangan keseimbangan. Kini ia sadar bahwa dirinya akan segera jatuh menerpa batang-batang kayu yang pasti bisa melukai dirinya. Sedang, bu Sri yang melihatnya dari kejauhan tampak berlari dengan perasaan panik. Ia bergegas untuk menyelamatkan nazaya dari bahaya yang berada di ujung tanduk.
Dengan jarak yang terbilang cukup jauh, nampaknya tidak memungkinkan untuk dirinya menyelamatkan gadis itu. Bu Sri tetap berlari sekuat tenaga, tanpa berpaling sedikitpun dari pandangannya.
"Ya Allah..."
"Naza-"
Srakk
Ucapannya terpotong, diiringi dengan Suara hentakan dedaunan kering yang tercipta tatkala bu Sri menghentikan langkahnya dengan pijakan kuat.
Bu Sri mengurungkan niatnya untuk menghampiri nazaya. Dilihatnya, seorang pemuda yang tak tahu dari mana asalnya, yang saat ini menyelamatkan gadis itu. Bu Sri memilih untuk menatap dari kejauhan, dan menyembunyikan dirinya dari balik pohon besar agar tak terlihat oleh pemuda tersebut.
Sementara disana, Nazaya merasa nafasnya tercekat. Gadis itu merasakan pula sepasang tangan yang tiba-tiba menangkapnya dengan erat, lalu terbawa dalam dekapan hangat itu.
Gadis itu menatap orang yang kini memeluknya erat agar tidak terjatuh. Matanya membelalak saat mendapati sosok itu. Tanpa sadar, kedua pasang sorot mata mereka saling bertemu dan menatapnya lekat. Nazaya tak dapat menahan rasa sakit yang mengerubungi kepalanya.
Momen itu hanya berlangsung sekejap. Penglihatan nazaya semakin kabur dan gelap. Kelopak matanya perlahan tertutup. Tubuhnya melemas dalam pelukan lelaki itu, menyerah dalam dekapan yang amat ia rindukan.
Bu Sri terdiam mematung, Seakan tak menyangka melihatnya. "Apa dia...?" Batin bu Sri bertanya-tanya.
Perlahan, senyum tulus terukir di wajahnya. "Jika memang benar dia... terima kasih, ya Allah. Alhamdulillah," lirihnya pelan.
Bu Sri tetap berdiri di tempatnya, menatap dari kejauhan. Kedua matanya mulai memanas, lalu tak kuasa menahan air mata yang tumpah begitu saja, membasahi pipinya. Rasa sedih dan haru bersatu, sehingga membuat dadanya terasa sesak. Ia menutup mulutnya rapat-rapat agar isakannya tak terdengar oleh siapapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azzam Al-Fatih
Teen Fiction"Ketenangan itu hadir kala mata ini melihat wajahnya." -Azzam ⚠️ Warning... →Cerita ini belum memasuki proses revisi, jadi mohon maaf apabila ada typo, atau part/bab yang kurang menarik untuk dibaca🙏🏻 *** Azzam. Seo...
