Lanjut baca!
Janlupa vote ye!
Maap ceritanya kadang suka nggak nyambung ges, soalnya bingung juga mikirin konsep alurnya🗿
***
**
*
...............
PAGI HARI
Pagi ini nazaya tengah bersiap siap untuk menyambut pertemuan dengan azzam serta keluarganya.
Namun di balik persiapan itu, wajahnya terlihat sangat bingung dan cemas karena memikirkan hal apa yang akan ia lakukan dihadapan sang calon suaminya yang tak lain adalah Azzam.
"Ya ampun Za, jangan panik gitu dong mukanya santai aja kali." Ujar Naira.
"Aduh gimana nih, nai. Aku malu kalo ketemu dia." Keluhnya.
Melihat raut wajah nazaya, Naira malah menertawakannya. Entah mengapa temannya ini tidak bisa santai kalau ingin bertemu lelaki, terlebih lagi lelaki itu adalah calon suaminya sendiri.
"Ish! Kok ketawa sih!"
"Lucu aja gitu liat mukamu yang panik."
Nazaya memutar bola mata malasnya.
"Gak lucu tau!"
"Yaudah kalo gitu kamu narik nafas perlahan, pokoknya tenang aja deh jangan terlalu di pikirkan. Apa yang terjadi itu urusan belakangan." Ujar Naira sedikit memberikan semangat.
"Oke ku coba."
Ceklek
Pintu kamar mereka terbuka dan menampakkan seorang wanita yang tak lain adalah Bu nur.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam Bu." Jawabnya.
"Eh anak ibu udah siap nih, Masya Allah cantik banget, pasti gak sabar mau ketemu calon suaminya." Goda Bu nur.
"ibu jangan gitu ih,"
Bu nur terkekeh melihat nazaya.
"Yaudah ayo kita keluar, sebentar lagi keluarga azzam datang." Ajak Bu nur.
"Iya bu."
***
...............
10 menit yang lalu keluarga Azzam sudah sampai di panti asuhan dan membahas mengenai pernikahan Azzam dan nazaya.
Nazaya bahkan masih tidak menyangka bahwa lelaki dihadapannya sekarang ini yang ia temui waktu itu, kini menjadi calon suaminya.
Nazaya tak berani menatap Azzam dan ia masih setia menundukkan kepalanya sedari tadi.
"Sumpah dah, malu banget ihhh." Rengek nazaya yang sedari tadi membatin.
"Bisa gak sih Za, santai aja gitu mukanya." Batin Naira yang melihat raut wajah nazaya.
"Nazaya?" Panggil umi Salma.
"Za!, Za?" Naira sedikit mendorong lengan Nazaya yang sedari tadi melamun.
Nazaya segera mengangkat kepalanya.
"E-eh, iya umi?" Jawab nazaya yang gugup.
"Kok dari tadi ngelamun?"
"O-oh e-enggak papa kok umi."
"Beneran nggak papa?"
Nazaya hanya menjawab dengan senyuman dan menganggukkan kepala.
Azzam yang duduk tepat disamping sang Abi pun ikut tersenyum melihat tingkah nazaya.
Mengapa calon istrinya ini sangat menggemaskan baginya.
"Kalau begitu, kita tentukan hari apa akan di laksanakan pernikahannya?" Tanya Bu nur.
"Apa besok atau lusa?" Sambung Bu nur.
Mata nazaya terbelalak usai mendengar ucapan Bu nur, yang benar saja, apakah harus secepat itu ia menikah.
Sedangkan azzam? Ia bahagia jika pernikahan dilangsungkan dengan cepat, bahkan sekarang ia sedang mengeluarkan cengiran.
"Sepertinya pernikahan mereka di tentukan oleh mereka sendiri aja Bu, supaya tidak ada paksaan." Tutur Abi Irfan.
"Nah, saya setuju!"
"Iya sepertinya bagus begitu, jadi gimana nazaya? Azzam?" Tanya umi Salma pada dua calon itu.
Sontak keduanya langsung menoleh ke arah umi Salma.
"HAH?" Reflek nazaya dan Azzam secara bersamaan.
"Aduh, barengan nih kaget nya." Ledek Abi Irfan.
"Namanya juga jodoh, bi." Serbu Azzam.
Nazaya dibuat salah tingkah oleh kejadian itu, jika bisa menghilang, maka ia akan menghilang saat itu juga.
Sungguh, Naira tak tahan dengan ekspresi wajah nazaya. Susah payah ia menahan tawanya sedari tadi.
"Jadi gimana nih, kalian mau kapan?" Tanya Abi Irfan santai.
Azzam dan nazaya saling bertatap wajah, tapi mengapa belum ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka.
"Loh, kok diem-dieman?"
"Kalau nazaya....terserah sama Azzam nya aja deh." Jawab nazaya pelan.
"Kok terserah saya?"
"I-iya... sembarang aja mau kapan,"
Azzam menganggukkan kepalanya.
"Ka-lau besok lusa gimana?" Tanya Azzam sambil menaik turunkan alisnya.
Nazaya setuju dengan jawaban azzam meskipun ada sedikit keraguan dalam hatinya. Disisi lain ia bahagia karena sudah mempunyai calon suami yang akan menjaganya, tetapi di sisi lainnya ia sedih karena harus berpisah dengan seseorang yang sudah menjaganya selama ini yang tak lain adalah Bu nur.
"ALHAMDULILLAH....!!" Ucap semuanya.
"Jadi pernikahan mereka berdua akan di laksanakan besok lusa di KUA."
..........
Segini dulu ya part nya, soalnya belum ada ide.😔
Komen dong guys gimana ceritanya?
Bagus gak?😔
See you next part!
KAMU SEDANG MEMBACA
Azzam Al-Fatih
Teen Fiction"Ketenangan itu hadir kala mata ini melihat wajahnya." -Azzam ⚠️ Warning... →Cerita ini belum memasuki proses revisi, jadi mohon maaf apabila ada typo, atau part/bab yang kurang menarik untuk dibaca🙏🏻 *** Azzam. Seo...
