Harus berpisah dengan sang kekasih dan menikah dengan putra teman ayah nya membuat hidup Yoshi berubah menjadi mimpi buruk !!
Akankah Ia mampu bertahan dan menyelamatkan rumah tangganya atau justru Ia akan menyerah.
UNEXPECTED LIFE
Author : KimHardy...
"Ini yang terakhir, Tuan." Ujar salah seorang petugas keamanan gedung padanya.
"Baiklah, terimakasih." Ucap Jihoon berterimakasih pada petugas tersebut karena telah membantunya mengangkat semua barang-barangnya.
Sembari tersenyum sang petugas keamanan pun sedikit membungkukkan badannya memberi hormat pada Jihoon sebelum akhirnya Ia melipir ke sisi samping.
"Apa kau sudah yakin dengan keputusan mu, Jihoonaa?" Tanya Rose pada adik iparnya itu.
Jihoon hanya menjawabnya dengan senyum sembari mengangguk-anggukkan kepalanya pada istri kakaknya tersebut, sementara itu disisi lain Sang kakak terlihat hanya diam saja dengan pandangan sendu menatap wajah sang adik.
Sementara Jimin hanya diam menatap sendu ke arah Jihoon yang masih menyungging senyum diwajahnya, sang Ibu justru terlihat lebih tegar. Ibunya terlihat jauh lebih tenang mengontrol perasaannya dengan baik.
"Uri Jihoonie. Uri adeul." Ujar sang Ibu dengan lembut sembari mengelus sayang pucuk rambut Jihoon.
"Yang kau lakukan pada Yoshi itu kesalahan fatal, Nak. Apa kau tau, Sayang? Bagaimana kecewanya Ibu pada mu? hm." ...
"Ibu bahkan hampir tidak percaya bahwa putra yang Ibu lahir kan dengan pertaruhan nyawa itu justru dengan begitu kejam, seenaknya mempermainkan nyawa anak oranglain seperti nyawanya itu adalah sesuatu yang tidak ada harganya!" Sejenak Nyonya Park menjeda ucapannya.
Nyonya Park kehilangan senyumnya seolah setengah kekuatan nya lenyap akibat terlalu banyak berusaha untuk mengendalikan campur aduknya perasannya saat ini, bahkan tangannya yang sebelumnya bergerak mengelus lembut pucuk rambut Jihoon pun terhenti sejenak.
Tak hanya Nyonya Park, bahkan Jihoon pun seketika kehilangan senyumnya, Ia lalu tertunduk lesu begitu mendengar ungkapan kekecewaan yang selama ini hampir tidak pernah Ia dengar terucap dari bibir sang Ibu.
"Walau jujur Ibu sangat kecewa. Namun di sisi lain Ibu bangga pada mu, Nak." Ujar Nyonya Park yang kembali tersenyum dan mengelus rambut putranya.
"Ternyata benar ya? Tahta tertinggi mencintai seseorang adalah ketika kau mencintainya namun kau sanggup merelakannya untuk bersama dengan orang yang Ia cintai." Deghh!
Dengan wajah terkejut Jihoon langsung menatap sang Ibu. Nyonya Park lalu memeluk Jihoon dan mengatakan sesuatu ditelinga sang putra.
"Apa kau tau, Nak? Ibu tidak yakin apa Ibu bisa setegar ini jika Ibu jadi kau?" Walau berusaha terlihat tegar namun tetap saja kedua mata Nyonya Park mulai memerah, panas dan berair.
"Walau kau mencintai Yoshi namun kau tetap memilih mengikhlaskannya." Ujar Nyonya Park.
Jihoon diam. Dia memilih untuk diam lalu memejamkan matanya dan membalas pelukan sang Ibu. Rasanya hampir tidak mungkin baginya untuk menjawab semua ucapan sang Ibu. Pelukan Ibu dan anak ini telah membuat suasana disekitar mereka jadi sangat haru saat ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.