"Monggo di minum dulu air beningnya dek Jungmin," Yushi datang dengan segelas air mineral untuk Jungmin. Remaja SMK itu masih terlihat linglung. Sion sang pelaku sesekali masih tertawa jika melihat wajah kebingungan remaja itu.
"Udah heh, gue minta maaf. Tadi bercanda elah serius amat lu," ucap Sion diakhiri dengan kekehan renyah.
"Makanya jangan suka asbun kalo si Jee punya papa gula, kaget sendiri kan lu!" Jungmin menggaruk leher belakangnya seraya menampilkan senyuman kuda, ternyata ucapan asal bunyinya sampai ke telinga tiga abang Jaehee.
"Tapi abang-abang suka kan kalo beneran Jee jadi bayi gula kalian?" seperti tak punya rasa malu serta bersalah, Jungmin malah menggoda kedua lelaki yang menolak tua didekatnya.
"Lu emang ga ada rasa takut-takutnya sama Jee ya. Bangkrut gue kalo si Jee jadi bayi gula." jawab Yushi yang berhasil membuat Jungmin mendengus kesal. Hampir saja Jungmin lupa kebiasaan lain sahabatnya selain suka tidur dia juga suka makan, belum lagi membeli barang random.
"Emang cover dia tu kek sugar baby, muka polos padahal ada sesuatunya. Nguras duit banget tu bocah, untung gue kaya!" ucap Riku yang tiba-tiba duduk disamping Jungmin.
"Iye anjir! Waktu gue pungut juga kek anak kucing," timpal Sion.
"Dia tuh kek bocah lugu udah tuh soft banget kalo sama temen yang lain, ijo mentereng. Ehh giliran sama kita lain lagi," jelas Yushi yang memang selalu mengawasi lingkungan pertemanan Jaehee secara diam-diam.
"Kok lo tau Bang?"
"Lo suka nyontek tugas Jaehee aja gue tau. Untung lo bukan tipe orang yang memanfaatkan kebaikan." Jungmin tersenyum bangga, walaupun dirinya ini pencetus title Jaehee sugar baby, jika dalam ketulusan Jungmin memang paling tulus berteman dengan Jaehee.
"Kalian emang udah kek sugar daddy nya sih. Kalo tiba-tiba Jaehee manggil kalian daddy, gimana?" Jungmin menampilkan wajah tengilnya. Senyumnya melebar saat melihat tiga orang dewasa disana terlihat berpikir.
"Lo lagi buat taruhan kah?" tanya Riku yang dibalas anggukan oleh Jungmin.
"Biasa aja," jawab Yushi acuh.
"Gue juga. Ga mungkin tu anak tiba-tiba manggil kek gitu." jawab Sion yang mengundang senyum remeh dari Jungmin.
"Kalo bohong kalian nanti harus ikut perlombaan di komplek ini," ketiganya acuh dengan ucapan Jungmin, dalam pikiran mereka Jaehee tak mungkin melakukan hal seperti itu, di ejek mama saja terlihat sangat kesal.
"Daddy~ baby capek! Iyo sama Uya rewel teruss humm!" Jaehee datang dengan kaki yang dihentak-hentakan, mengadu dengan suara lucu diakhiri dengan pipi yang digembungkan.
Jungmin menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, senyum puas dia tampilkan saat melihat wajah terkejut Sion, Riku dan Yushi. Bahkan kini dia membuat pose duduk kaki terbuka lebar dengan satu kaki menyentuh lantai lalu satu kali diatas lutut, seolah dia paling berkuasa.
UHUK!
Yushi batuk karena terkejut dengan pergerakan Jaehee yang tiba-tiba duduk dipangkuan Sion. Bukan mimpi bahkan Yushi telah beberapa kali mengedip serta mengucek matanya, pemandangan macam apa ini?!!
Jika Yushi masih bisa berkedip, lain dengan Riku yang diam melongo menatap tingkah ajaib Jaehee. Satu tangannya menyentuh area jantung, merasakan detakan yang sangat kencang dan terburu-buru. Apa kini Riku memiliki riwayat sakit jantung?!
"J-je ... " ucap Sion dengan gugup, suaranya tercekat saat matanya bersitatap dengan mata puppy Jaehee.
"Sion Daddy?" panggil Jaehee dengan kedua tangan melingkar dileher Sion.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOUSE No.24 [END]
Fanfiction[NCT Wish Lokal ] Keseharian tiga orang bujang lapuk dengan satu bocah SMK yang kepalang baik dan polos dalam merawat dua balita aktif. "Abang Abang liat Jee bawa apa!"-Jaehee "Bukannya bawa cimol, malah bawa benih-benih anak tuyul!"-Yushi "BUJUBUSE...
![HOUSE No.24 [END]](https://img.wattpad.com/cover/374087426-64-k347421.jpg)