39. Yushi

1.6K 166 59
                                        

Ketukan suara yang timbul dari pertemuan alat makan menjadi nada pengiring kegiatan sarapan. Suara lagu coco melon dari televisi terdengar hingga dapur.

"Belum dimatiin?" tanya Jaehee pada ketiga abangnya.

"Tadi keburu laper. Nanti aja, ya." jawab Sion yang dibalas anggukan oleh Jaehee.

Iyo dan Uya saat ini makan sendiri, tanpa disuapi. Selain itu sedari tadi kedua balita itu senyap menyantap makanan. Entah karena fokus pada makanan, atau apa. Tapi Riku bilang ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Karena Iyo atau pun Uya sama sekali tidak bertengkar.

"Berita terkini. Pengusaha tersohor, Amzar Aditya Dharma. Mengalami penipuan dalam bisnis. Total kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. Saat-

Yushi mengernyit bingung saat suara televisi yang menyiarkan berita mengenai 'Ayah-Nya' tiba-tiba mati. Disusul dengan Riku yang baru saja kembali duduk.

"Kenapa dimatiin?" tanya Yushi pada Riku yang ada didepannya. Riku mengangkat bahunya acuh. Niatnya baik, agar Yushi tidak memikirkan keluarga yang telah membuangnya. Riku punya firasat jika Yushi akan membantu orang yang di sebut Amzar itu.

"Kerja aja yang bener. Ada beruang yang perlu diberi makan." jawab Riku dengan acuh.

"Maksud Lo gue?" sahut Jaehee yang merasa ucapan Riku itu tertuju kepada dirinya.

"Iya. ... Eh maksudnya Jee itu Iyo sama Uya. Iyaa mereka beruangnya." jawab Riku dengan gugup. Matanya melirik kesamping disana ada Sion yang terkikik geli karena ulah Riku.

"Mampus Lo." ledek Sion pada Riku. Sepertinya Sion masih kesal karena masalah pagi tadi.

"Ngapa Lo?! Dendam sama gue?!" sewot Riku.

"Apa sih orang diem juga dari tadi." jawab Sion dengan santai.

"Huru-hara rumah tangga part dua." gumam Yushi dengan tangan yang menangkup pipi. Drama Sion dan Riku lebih seru darimana siaran gosip dipagi hari. Yushi menikmati keributan, mengunyah dengan pelan dan bibir yang tersenyum senang.

"Lo jangan gitu dong. Kalo Iyo dapet Uya juga. Mereka Dateng bareng, jadi harus bareng-bareng." ucap Sion dengan santai menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya.

"Ya Iyo maunya dadakan. Lo mau gue bangunin? Ganggu tidur ganteng Lo, terus tiba-tiba Uya rewel. Ujungnya ga istirahat kita." jawab Riku.

Sion yang semula anteng menyantap makanannya mulai terpancing. Kini posisi mereka saling berhadapan. Kegiatan saling melempar kalimat yang mengundang emosi dilakukan Sion dan Riku. Diseberang Riku ada Yushi yang menikmati keadaan. Biasanya setiap pertikaian Yushi perlu menambahkan minyak agar api semakin berkobar, kali ini tidak perlu. Karena mereka sendiri yang melakukan.

"Mereka kenapa?"

"Ribut, Lo sih Jee tidur sama Riku ga izin Sion. Kan iri dia tuh." dengan senang hati Yushi menjawab rasa ingin tahu Jaehee.

Seketika wajah bingung Jaehee berubah. Karena masalah tidur? Biasanya Jaehee bebas tidur dengan siapa dan dikamar siapa pun tidak sampai ribut seperti ini. Helaan nafas dilakukan Jaehee. Matanya menatap malas Riku dan Sion yang tengah bertengkar.Tidak ada sedikitpun niat Jaehee untuk melerai pertengkaran mereka.

"Mulai dah drama lagi mereka. Gue perlu nyari info audisi buat pemeran film ga sih ini? Atau gue aja yang nulis drama mereka? Kelakuan absurd mereka kalo dibuat cerita laku ga sih?" gumam Jaehee sambil berpikir. Mencoba merubah sumber sakit kepalanya menjadi hal yang lebih bermanfaat.

"Yo! cu-rang!" ucap Uya yang sedari tadi diam.

"Hah?" Iyo mengedip cepat saat Uya berkata seperti itu. Curang? Apa maksudnya? Iyo sampai membandingkan isi piringnya dan piring Uya. Sama, tidak ada yang berbeda. Apanya yang curang?

HOUSE No.24 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang