20. Ushi Iri

2.1K 188 83
                                        

Lagu musik pop mengiringi perjalanan Riku untuk menjemput Jaehee. Dibelakang sana Uya dan Iyo bergerak meleok mengikuti irama lagu yang diputar Riku. Mobil berhenti tepat disamping gerbang sekolah dengan pagar yang menjulang tinggi, antisipasi jika ada siswa yang hendak memanjat.

"Oit!" Iyo mengeluarkan kosakata randomnya saat merasa badannya hampir terhuyung kedepan.

"Maaf cil, yok keluar kita sambut Jeje," ucap Riku. Kedua balita dibelakangnya begitu antusias, bersorak dengan riang tak lupa tangan yang diangkat dengan mengepal.

Satpam penjaga sekolah nampak tersenyum gemas melihat dua anak kecil yang tergesa-gesa keluar dari mobil berjalan menuju kearahnya. Tak lupa satpam itu membungkuk sopan saat seorang pria dewasa berjalan dibelakang mereka.

"Pak Riku. Ingin menjemput Jaehee?" hal yang sudah menjadi kebiasaan selama tiga tahun berturut. Seringnya Jaehee diantar jemput oleh Riku, membuat hampir seluruh warga sekolah mengenal Riku sebagai wali dari Jaehee. Walau terkadang Yushi ataupun Sion lah yang menggantikan Riku.

"Biasa lah pak. Anaknya terlanjur baik banget. Lengah dikit bawa pulang tuyul," ucap Riku lalu terkekeh saat melihat raut terkejut penjaga sekolah.

"Nih pak hasilnya," tunjuk Riku pada Iyo dan Uya yang sibuk bermain dengan pagar sekolah. Pak satpam tertawa mendengar cerita Riku mengenai salah satu murid sekolahnya.

"Nunggu di dalem aja pak. Didalam juga ada bazar buku," pak satpam membuka kunci pada pagar, mempersilahkan Riku dan dua balita masuk.

"Makacih!" seru Uya sebelum akhirnya lari kedalam. Iyo malah berbalik kearah Riku, tangan mungilnya menggenggam dua jari Riku. Berusaha menarik yang lebih besar agar segera ikut masuk.

"Ayokk Yah!" ucap Iyo yang masih berusaha menarik. Riku sengaja diam, hingga Uya kembali datang dengan raut kesal yang terlihat sangat menggemaskan.

"Ihh cepet!" ucap kesal Uya dengan kaki yang sekali di hentakan ke tanah.

"Uyaa tulung!" pinta Iyo pada Uya, yang dipanggil berlari cepat. Kaki mungilnya terlihat melayang saat melangkah, ditambah pipi yang memantul karena hentakan dari langkah yang Uya ambil.

"aYaAAh!" Uya berusaha membantu dengan menarik ujung kemeja yang Riku pakai.

Tingkah menggemaskan kedua balita yang mengundang tawa dua orang dewasa disana. Merasa sudah cukup untuk menjahili mereka. Riku mengambil alih setiap tangan mungil, menggenggamnya untuk dituntun masuk kearea sekolah.

"JEJEE!!!" pekik kedua balita secara bersamaan. Para siswa-siswi bahkan guru yang mendengar pekikan melengking tak kuasa menahan senyum. Apalagi ketika melihat dua makhluk mungil itu berlarian untuk menghampiri Jaehee yang baru saja keluar kelas bersama Jungmin.

Jaehee lantas terkejut. Namun tak bisa dia pungkiri, rasa senang muncul ketika dua balita itu menyambutnya. Baterai ditubuhnya serasa kembali terisi saat mendapat pelukan Uya dan Iyo.

"Kesini sama siapa?" tanya Jaehee sambil menelisik luka yang ada dikening Iyo.

"Yayah!" jawab Uya.

"Yayah, ayah? Siapa?"

"Gue," Riku berseru saat telah sampai didepan Jaehee. Interaksi mereka cukup mengundang atensi semua orang untuk mengarahkan pandangan kearah mereka.

"Berubah status jadi Ayah ya sekarang. Hahaha," entah sebuah apresiasi atau ledekan yang Jaehee ucapkan, yang pasti Riku tak peduli. Dia cukup senang dengan panggilan ayah yang dibuat Iyo dan Uya.

"Wahh keluarga bahagia. Join dong gue," celetuk Jungmin yang muncul diantara Riku dan Jaehee.

"Lo ngerusak suasana Juned!" kesal Riku sambil membuat pose akan memiting leher Jungmin.

HOUSE No.24 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang