[NCT Wish Lokal ]
Keseharian tiga orang bujang lapuk dengan satu bocah SMK yang kepalang baik dan polos dalam merawat dua balita aktif.
"Abang Abang liat Jee bawa apa!"-Jaehee
"Bukannya bawa cimol, malah bawa benih-benih anak tuyul!"-Yushi
"BUJUBUSE...
"AAAKKHIRRNYAAA BALIKKKK!!!" teriak Jungmin menggema. Siswa lain pun tidak keberatan. 8 jam mereka habiskan untuk bertempur dengan dengan mata pelajaran keuangan, dilanjut dengan ekonomi lalu tersisa 4 jam terakhir melawan rumus ajaib matematika.
"Lu ga liat gue lagi beresin ni meja, hah? juned?!" kesal Jaehee.
"Ulululu Janan mayah dungs jenab." goda Jungmin. Jari tangannya bergerak menggelitik dagu Jaehee. Aksi Jungmin dan Jaehee tak lepas dari tontonan warga kelas. Mereka selalu senang bahkan menanti setiap moments Juju dan Jeje lainnya.
"Jee main yukk, udah lama ga main heumm." ucap Jungmin pada Jaehee yang kini telah berjalan keluar kelas. Wajah melas Jungmin sama sekali tak Jaehee hiraukan, fokusnya kini hanya pada ponsel. Entah apa yang sedang Jaehee lihat.
"JEE IH, MAIN!" rajuk Jungmin.
"Ya ampun. Kapan gue ketemu orang waras." Jaehee menepuk jidatnya pelan saat melihat Jungmin yang tertinggal dibelakang sana dengan wajah yang ditekuk.
"Buru balik. Malah pundungan kek Iyo aja Lo." mendengar respon Jaehee yang seperti itu Jungmin hanya bisa mendengus kesal. Dirinya mendekat dengan wajah wajah yang masih ditekuk.
"Main!" ulang Jungmin.
"Gabisa." singkat Jaehee.
"JE-
"Sut! Ini gue ga dirumah ga disekolah keknya ngurusin bocil Mulu nasibnya." potong Jaehee.
"Gue nyoba hubungin bang Riku. Ga tenang sumpah kalo dia jaga Iyo sama Uya. Tapi kalo bukan dia siapa lagi, masa ngerepotin mama bang Sion lagi?" jelas Jaehee. Tangannya terus menerus mengetik pesan singkat untuk Riku. Atau pun menunggu panggilannya tersambung.
Jungmin mengangguk paham. Dia lupa jika Jaehee sekarang bukan Jaehee anak mageran yang kegiatannya hanya tidur dan makan. Tapi Jungmin rindu masa-masa dirinya yang masih bisa bermain sesuka hati setiap waktu bersama Jaehee.
"Gue kangen main sama Lo je ... " jujur Jungmin dengan lirih.
"Gue usahain oke. Yok balik, gue mau jemput Uya sama Iyo juga. Atau Lo mau iku juga?" tawar Jaehee. Tak lama raut murut Jungmin berganti cerah, bibinya tertarik membentuk senyuman kemudian mengangguk dengan cepat.
"Bener dah. Gue ngelamar jadi baby sitter aja kali ya? Udah ada pengalaman ini."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ya ..." Balita roti yang tengah asik mengunyah roti dengan posisi tengkurap hanya menatap Iyo.
"Duduk. Jee biyang ndak boyeh mam gitu." petuah Iyo pada Uya. Sikecil Uya lantas mengedarkan pandangannya. Meneliti sekitar, mencari objek yang dikhawatirkan tiba-tiba hadir.
"Jeje ndak ada Yo. Aaammm nyumm nyumm. Lwotwi Ywaywah ewmwang enwak!" (Roti Yayah emang enak) ucap Uya sambil mengangkat tinggi-tinggi dua buat roti yang ada ditangannya.
"Ihh yaa telann!"
"Enwak Ywoo~"
Pintu toko terbuka menandakan adanya pelanggan yang datang. Iyo bangkit dari posisi duduknya untuk melihat keadaan sekitar. Takut-takut anak yang sempat bertengkar dengannya kembali dan membuat kekacauan.
"Eih?! JEJEE! YAA JEJE DATANGG YEAY!!" sorak Iyo dengan semangat. Kaki kecilnya berlari menuju Jaehee yang kini tengah melambaikan tangan. Sementara Uya ... entahlah balita itu tengah sibuk menikmati rotinya yang tinggal tersisa setengah.
"Wahh Iyo kangen Jeje kah?" tanya Jaehee pada sikecil Iyo saat tangannya mengakat tubuh kecil itu untuk dia gendong.
"Iyoo misss Jee banyak banyak! cup!" ucap Iyo yang diakhiri dengan kecupan dipipi Jaehee.
"Heh?! Cil! Lo belajar kek gitu Dari siapa gue tanya?" tanya Jungmin pada Iyo. Terkejut dengan jawaban serta kelakuan Iyo yang masih dibilang terlalu kecil untuk tahu hal-hal seperti itu.
"Uh? Ayah hehe."
"Jejeee~" sambut Uya yang kini menghampiri Jaehee dengan tangan yang direntangkan. Jangan lupakan dengan sisa-sisa toping roti yang ada di pipi bulatnya.
"Buset dah roti hidup Dateng HAHAHA." tawa Jungmin pecah saat melihat wajah belepotan Uya.
"Jejee gendong!" ucap Uya denga tangan yang masih direntangkan.
"Ihh ihh ihh jejee Yo nda mawu tulun! Jee Ndak mawu!" Iyo merengek saat merasa tubuhnya kian menurun. Tangannya melingkar erat pada leher Jaehee. Bahkan kaki yang telah menginjak lantai pun Iyo angkat kembali, jadi posisinya seperti menggantung.
"Jee ndak mawu tulunn." rengek Iyo.
Jungmin memilih duduk dikursi, menyaksikan betapa ribetnya seorang Jaehee dalam mengurus anak. Terkadang tawa dikeluarkan oleh Jungmin, kelakuan dua bocah yang dibawa pulang okelah Jaehee memang benar-benar di luar nalar dan menghibur.
"Turun dulu dong, liat tuh tangan Uya kotor. Jeje mau bersihin dulu." ucap yang sedikit kesulitan karena beban berat yang ditanggung lehernya.
Iyo menoleh, melirik kearah telapak tangan Uya yang memang penuh dengan coklat dan gula halus. Wajah Iyo menggambarkan raut jijik. Melihat itu Uya dengan sengaja menempelkan tangan kotornya pada area pipi bersih Iyo.
"IHH KOTOL!" teriak Iyo dengan suara melengkingnya.
"Hehe kena, Yo yang jaga. Lalii." tanpa memperdulikan wajah kesal Iyo, balita roti yang ternyata jahil itu berlari menghindar.
"JANGAN LARI-LARIAN NANTI JATUH!" teriak Jaehee yang dianggap angin lalu oleh kedua balita itu.
"Jee semangat yaa, gue bantu ngakak aja." ucap Jungmin yang dapat menangkap raut jengah Jaehee walaupun berjarak tiga meja dari posisinya saat ini.
"Dihh? Bagus Lo kek begitu?!" sewot Jaehee yang semakin membuat Jungmin tertawa.
BRUKK!!
"Tebak siapa yang jatuh? Yang bener ditraktir eskrim yang di dalem ember!" ucap Jungmin. Rasanya Jaehee ingin sekali menggiling alis Jungmin yang naik turun itu dengan mixer punya Riku.
"Sialan Lo. Gue tebak dua-duanya yang jatuh!" jawab Jaehee yang langsung mencari Iyo dan Uya. Semoga saja tebakannya salah.
"Iyo Uya?" panggil Jaehee pada dua balita yang tengah duduk bersimpuh sambil memegangi area pelipis dan lututnya.
Kedua balita itu menoleh secara bersamaan dengan mata berkaca-kaca dan bibir yang menekuk kebawah. Tubuh Jaehee mendadak lemas saat mendengar isakan pelan keluar dari bibir mungil Iyo dan Uya.
" Satu ... Dua ... Ti-
"HIKS JEJEEE KITT!! HUWAA"
"JEEE HUWAAA HIKS KIT JEEE HUWAA!"
"AHAHAHA." tawa Jungmin mengalun bebas setelah terdengar tangisan dari dua balita.
BRUK!!
"Aww~ gue jatoh jee. Pantat gue sakit. JEJEE TOLONGIN GUE ENCOK!" akibat terlalu puas tertawa hingga lupa cara menahan bobot tubuh, akhirnya membuat tubuh Jungmin terjatuh dari kursi.
"Capek gue capek! Kamera mana kamera. Gue mau angkat tangan!"
Hallowwwsemuanyaa~~~ Untung draf tulisan ga bisa jamuran ya. Kalo bisa ... Udh berjamur lah ini HAHAHA
Keajaiban. Aku ga update tengah malam 😭😭. Gini rasanya update siang-siang. Kurang afdol yaaa rasanyaa tapi it's okay aku bersihin dulu draf nanti balik update tengah malem lagi IHIHIHI. GATAU KAPANN TAPII YAKKKK