[NCT Wish Lokal ]
Keseharian tiga orang bujang lapuk dengan satu bocah SMK yang kepalang baik dan polos dalam merawat dua balita aktif.
"Abang Abang liat Jee bawa apa!"-Jaehee
"Bukannya bawa cimol, malah bawa benih-benih anak tuyul!"-Yushi
"BUJUBUSE...
Super market begitu padat hari ini. Banyak troli yang didorong kesana kemari. Antrian kasir pun sangat panjang, hampir menandingi panjangnya gerbong kereta api. Yushi menghembuskan nafasnya malas. Ini pasti akan memakan waktu yang lama. Tapi jika tidak sekarang kapan lagi dia bisa berbelanja kebutuhan anak berbulunya di rumah?
"Nahh yang mau duduk disini siapa?" tanya Yushi pada kedua balita yang ada didepannya. Kompak Iyo dan Uya menggeleng, lalu telunjuk mereka menunjuk Yushi.
"Ushi ja. Ya ma Yo doyong!" (Ushi aja. Uya sama Iyo yang dorong!) ucap Uya yang dipanggil Iyo.
"Walah cil, Firaun sampe nguap tuh nanti nunggu Lo berdua dorong gue. Kelamaan elah!" Yushi memasang wajah kesalnya, tidak lupa dengan kedua tangan yang saat ini bertengger di pinggang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ushi be-li-cik! Yo maluu taukk!" ucap Iyo dengan tangan yang menutupi sebagian wajahnya. Yushi terbelalak mendengar perkataan yang keluar dari belahan bibir mungil Iyo. Balita kelahiran Agustus ini terlihat lucu dan menggemaskan tapi tidak dengan kalimat yang selalu bibirnya ucapkan.
"Ya malu yaa, tutup wajah!" ucap Iyo yang meminta Uya untuk menutup wajahnya dengan tangan. Seperti yang dilakukan Iyo sebelumnya.
"Heh tuyul! Gue tanya ye sekali lagi, mau jalan atau mau duduk manis disini terus gue dorong?" tanya Yushi sekali lagi. Dirinya lelah menghadapi dua balita yang lepas dari induknya. Salah Yushi sendiri kenapa tidak berusaha membujuk Sion agar mengizinkan Jaehee ikut.
"Jalan Ushi~" jawab Uya. Mata yushi mendelik, merasa aneh dengan pemikiran anak-anak. Diberi pilihan simple malah pilih yang repot. Padahal kalo Yushi masih seumuran Uya dan Iyo, dia akan lebih memilih duduk santai menikmati orang dibelakang mendorongnya.
"Yaudah deh. Ayok beli makan buak kitti sama cucu," ajak Yushi pada keduanya. Mereka berjalan beriringan dipimpin Uya dan Iyo didepan dengan arahan dari Yushi.
"Ushi ni mam kitchii!" tunjuk Uya pada salah satu bungkusan yang terdapat gambar anak kucing.
"Eihh?? Kitchi Ndak mam ikan?" Iyo menoleh kepada Yushi dengan pandangan bertanya. Dari animasi kartun yang dia tonton kucing selalu makan ikan, bukan makanan dalam bungkusan yang di tunjuk Uya.
"Makan kok. Tapi kitti-nya Ushi makan ini. Kalo yang ditunjuk Uya itu buat bayi Kucing." jawab Yushi sambil mengambil bungkusan makanan kucing yang selalu dia beli untuk kitty.
"Lo sekarang mungut anak juga?" tubuh Yushi menegang. Suara yang sangat amat dia benci dan hindari baru saja ditangkap dengan jelas oleh pendengaran.
"Ushi ... " panggil Uya.
Yushi lantas tersenyum dan menyempatkan untuk mengusap bergantian surai lembut Uya dan Iyo, sebelum badannya berbalik melihat pemilik suara yang baru saja terdengar.
"Bener tebakan gue. Ini bener Lo. Jadi waktu kecil mungut kucing sekarang mungut anak? Cocok sih, asal usulnya sama-sama dipungut. Rendahan!" ucap orang yang merupakan anak dari 'istri sah' ayah Yushi.