30. Riku bisa Ayah!

1.8K 176 142
                                        

Empat orang dewasa penghuni rumah nomor 24 kini tengah mengelilingi ranjang Riku. Diatas sana terdapat dua balita manis yang tengah terlelap. Dengkuran halus yang keduanya ciptakan menandakan betapa nyenyak tidur mereka. Cukup lama mereka terdiam, tak ada seorang pun yang tega membangunkan Iyo maupun Uya.

Keempatnya terkejut saat melihat pergerakan Uya yang akan bangun. Yushi segera menyalakan lilin diatas kue yang dibawa oleh Jaehee, sedangkan yang lainnya tengah bersiap menyambut Uya dengan hadiah dimasing-masing tangan.

"Euhngg Yayah hoam~" gumam sikecil sambil menguap.

"Selamat ulang tahun sakuya!!" ucap mereka secara bersamaan membuat si balita roti itu terkejut senang.

"Uyaa celamat~" ucap Iyo yang bangun sesaat sebelum akhirnya kembali tertidur.

"Anak itu, dasar." Riku memijat keningnya melihat kelakuan Iyo. Tawa mengalun mengisi setiap sudut kamar Riku.

"Uya mau ikut papa lagi, Ndak?" tanya Sion yang kini berjongkok mensejajarkan tingginya dengan balita bernama Uya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Uya mau ikut papa lagi, Ndak?" tanya Sion yang kini berjongkok mensejajarkan tingginya dengan balita bernama Uya.Semua penghuni kini telah bersiap untuk pergi ketempat tujuannya masing-masing.

"Eung ... ya ikut Ushi bole?" mata bulat sikecil menatap kearah Yushi.

"Dihh enak aja. Gue mah ga nawarin ye. Bahaya tempat gue." jawab Yushi yang mengundang wajah cemberut Uya.

"Ushi peyit, peyit, peyit!" kompor Iyo dengan telunjuk yang di gerakan keatas ke bawah.

"Eitss no no no. Jangan gitu, bener kok kata Ushi. Tempat kerja Ushi itu bahaya buat kalian yang aktifnya kebangetan." petuah Jaehee  pada dua balita didepannya. Iyo yang merasa bersalah pun bergerak memeluk kaki jenjang Jaehee, menyembunyikan wajahnya disana seraya berkata "maaf Ushi.." walaupun terdengar kurang jelas.

"Bener-bener anak si Riku ini. Gue maafin, untung Lo gemesin." julid Yushi pada Iyo.

"Udah-udah. Kalian ikut ayah aja, nanti weekend baru full quality time sama Ushi." lerai Riku. Jika tidak seperti itu mungkin dia akan telat mengantar Jaehee. Lalu pada akhirnya dia harus kembali mengarang skenario palsu untuk dijadikan alasan. Hadeuh.

"UHH YAYAH! kado ehehe." tangan Uya terlentang kedepan menagih hadiah ulang tahunnya dari Riku. Diantara keempat orang dewasa disana hanya Riku yang belum memberikan hadiahnya.

"Sebentar ya ... " ucap Riku dengan tangan yang sibuk mencari sesuatu di dalam saku celananya.

"Kok ngorek saku celana? Pasti hadiahnya cuman finger heart." celetuk Yushi yang langsung mendapat tendangan di daerah betis dari Riku.

"Jangan buat harga diri gue anjlok koplak. Nihh gue kasih hadiah paling mewah! Paling UWOWW!" ucap Riku dengan penuh drama. Tangannya mengeluarkan dua kalung liontin. Terlihat sederhana memang, tapi siapapun tahu jika harga dari benda tersebut sangat mahal.

"Rik! Lo ga salah?" Sion ikut terkejut melihat benda yang dikeluarkan Riku.

"Ini aman kan? Gue takut Iyo Uya jadi sasaran penculik." ucap Jaehee.

HOUSE No.24 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang