[NCT Wish Lokal ]
Keseharian tiga orang bujang lapuk dengan satu bocah SMK yang kepalang baik dan polos dalam merawat dua balita aktif.
"Abang Abang liat Jee bawa apa!"-Jaehee
"Bukannya bawa cimol, malah bawa benih-benih anak tuyul!"-Yushi
"BUJUBUSE...
"Tidak bisa ya pak? Ayah saya sedang sakit. Tujuan saya meminta izin karena ingin merawat beliau. Baiklah jika seperti itu, terimakasih pak. Maaf menganggu waktunya,"
Helaan nafas disertai pijatan tangan dikening dilakukan Sion. Sulit sekali meminta izin untuk tak bekerja disaat semua karyawan mengajukan cuti. Selesai makan malam tadi sang ibu menelpon, menjelaskan jika terjadi masalah yang serius pada salah satu cabang usahanya. Ditambah keadaan sang ayah yang tidak memungkinkan untuk di ajak bepergian dalam rangka bekerja.
"Gue resign gitu ya jadi karyawan bank?" ucap Sion putus asa.
"Kenapa resign? Duit Abang udah banyak?" Sion terkekeh saat mendengar suara yang begitu familiar berkata dengan gamblangnya.
"Kalo sedikit gak mungkin gue kasih izin anak-anak lo tinggal Jee. Gue, Riku sama Yushi kan donatur hidup lo Hahaha," tawa renyah Sion mengalun.
"Dihh gue juga punya duit sendiri kali. Btw gue gak sengaja nguping, Abang minta izin buat apa?" tanya Jaehee yang tak bisa lama-lama menyimpan rasa penasarannya.
Senyum hambar yang ditampilkan membuat Jaehee dapat merasakan keresahan yang disimpan Sion. Beberapa nasihat penenang Jaehee keluarkan untuk memancing Sion, agar sang tuan rumah mau menceritakan masalah yang sedari tadi mengganggunya.
"Kenapa gak bilang dari tadi. Sabtu Minggu kan gue libur bang, ditambah Senin libur nasional. Tuh tiga hari. Ibu lo cuman pergi 2 hari, bisa lah gue jagain bokap Lo," ucap Jaehee memberi jalan keluar untuk masalah Sion.
"Jee tapi Papa sakit ... " agaknya penolakan yang Sion terima dari keluarga besar mengenai keadaan sang ayah, membuat Sion ragu akan usulan dari Jaehee.
"Ya justru itu, kalo gak sakit gak mungkin lo kerepotan mikirin dia kan? Tenang aja, gue yakin Uya sama Iyo seneng bokap lo disini," balas Jaehee untuk meyakinkan Sion.
"Andai Lo cewe Jee," ucap Sion dengan lirih.
"Kalo gue cewe, gue gak mau tinggal bareng om-om gak waras kek kalian," jujur Jaehee yang membuat Sion tergelak. Perkataan anak muda memang tidak baik untuk bujangan tua sepertinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"kalian ngapain bawa turun semua mainan?" pagi hari yang begitu berbeda dari biasanya. Kedua balita Iyo dan Uya telah bangun bahkan telah rapi dengan wangi minyak telon dari tubuh mereka. Riku sampai merasa keheranan saat melihat Iyo dan Uya secara bergantian bolak balik tangga dengan tangan membawa mainan.
"Pagi Ayah/Yayah~" sapa dua balita itu.
"Iya pagi. Jadi pertanyaan Ayah tolong dijawab ya anak-anak,"
"Jeje biyang Opa mawu datang, Yayah!" jawab Uya dengan semangat.
"OM JAE MAU KESINI?!KOK GAK ADA YANG NGASIH TAU GUE?!! SION?! JAEHEE?! YUSHI!!" teriak Riku yang terkejut dengan jawaban dari Uya.
"JANGAN NYEBUT NAMA GUE, GUE SENASIB SAMA LO!" Teriakan Yushi menyaut dari bawah, menjawab teriakan Riku.
"Iyo Uya turun sini, Opa udah Dateng," panggil Jaehee dari bawah. Sontak dua makhluk gemas disana kegirangan. Teriakan penuh rasa antusias keduanya keluarkan. Riku sampai terheran-heran dari mana mereka mendapatkan semangat yang berkobar itu, bahkan setelah beberapa kali naik-turun tangga mereka tak mengeluh cape.