44. Kebahagian

1.5K 171 102
                                        

Lampu diatas pintu menampilkan warna merah terang. Jantung Rama berdetak cepat tak seperti biasanya. Putranya sebentar lagi akan mengakhiri masa sakitnya. Hari ini rasa sakit Riku akan diangkat. Rama tak sabar melihat Riku yang kembali sehat dan bergerak bebas, tanpa perlu berpura-pura untuk menahan perih.

Hampir 3 jam mereka menunggu. Para balita pun ikut menunggu hingga tertidur. Ini menjadi pekerjaan tambahan untuk Sion. Jaehee selalu mewanti-wanti jangan membawa anak-anak ke rumah sakit. Tapi mau bagaimana lagi, baik Iyo mau pun Uya selalu merengek ikut. Rayuan bermain bersama opa dan Oma pun tak mereka indahkan. Keinginannya hanya ingin bertemu Jeje dan Ayah.

Andaikan saja Iyo dan Uya mau dititipkan pada Oma dan Opanya dirumah. Mungkin Sion akan bertugas menjaga Jaehee tanpa merepotkan Jungmin. Kenyataanya tak bisa. Dua balita itu selalu ingin bersama Sion, ingin selalu mengunjungi Jaehee dan Riku, ingin bermain dengan Yushi. Mata keduanya selalu menatap dengan tatapan memohon, bagaikan anak anjing yang meminta di bawa pulang.

Tenang saja setiap pulang Sion selalu memastikan kedua malaikat kecilnya baik-baik saja. Suhu tubuhnya pun selalu Sion cek atas perintah dari Jaehee. Asupan makanan pun selalu Sion perhatikan atas perintah Jaehee, sampai Sion bertanya mengenai susu, Snack, dan vitamin yang selalu Riku beli.

"Ju, gue pinjem selimut lo yang di kamar ya? Buat Iyo sama Uya," izin Jaehee sebelum hendak bangkit dari duduknya.

"Biar Abang aja," cegah Sion membuat pergerakan Jaehee terhenti. Melihat cara berjalan Jaehee membuatnya ngilu. Kaki yang dibalut benda keras itu pasti sangat berat saat digerakkan. Mungkin saja, Sion tak tahu pasti rasanya. Belum lagi jarak ruangan Jaehee dengan ruang operasi lumayann cukup berjarak.

"Makasih Abang,"

"Itu tugas gue,"

Pandangan Jaehee menangkap Abang termudanya yang berdiri paling depan tepat didepan pintu yang tertutup. Jaehee menebak-nebak bagaimana perasaan Yushi kali ini. Mengkhawatirkan Riku atau pak Amzar. Entah bagaimana perasaan Yushi setelah pintu terbuka. Bahagia karena kesembuhan Riku atau bersedih karena keadaan pak Amzar.

"Bang Yush!" panggil Jaehee dengan tangan yang meminta Yushi untuk duduk didekatnya.

Satu-satunya orang yang mengerti keadaan Yushi saat ini hanya Jaehee. Yang paling muda saat ini mencoba untuk menguatkan yang lebih tua. Genggaman tangan Jaehee pada tangan Yushi tampak terlihat jelas perbedaannya.

"Tangan lo kurus Bang. Tangan gue buntet banget," ucap Jaehee yang berhasil mengundang kekehan Yushi.

"Artinya gue sama yang lain berhasil rawat lo," jawab Yushi sambil mencubit pipi Jaehee yang tampak seperti mochi bagi Yushi. Tangan yang tampak terawat dengan kulit yang begitu tebal. Tampak seperti tangan bayi namun ukurannya besar.

"Jangan pernah punya niat buat balik. Lo harus temenin gue," ucap Yushi yang kini menatap Jaehee dengan serius. Mengingat bagaimana keadaan saat ini, rumah Sion yang biasa menjadi tempat mereka bernaung telah terbakar. Riku yang kembali dengan ayahnya, dan Sion yang sudah jelas masih memiliki orang tua yang harus dia kunjungi.

"Jee ... kalo pun nanti mereka balik tinggal sama keluarga masing-masing. Lo tinggal sama gue ya. Lo keluarga gue,"

"Ga ada yang masing-masing. Kalian harus tetap bersama. Saya gak akan ambil Riku. Dia akan tinggal bersama kalian," suara Rama tiba-tiba menyahut.

"Itu benar. Gue udah beli rumah baru dengan nomor yang sama. Gue punya filosofi dua empat itu artinya dua anak kecil dan empat orang dewasa. Secinta itu gue sama dua empat," tambah Sion yang ikut bergabung dalam obrolan.

"Artinya gue gak bisa join dong!" celetuk Jungmin dengan wajah polosnya.

Dua Empat. Angka yang tak sengaja menarik perhatian Sion. Mungkin begitulah rencana tuhan. Membuat Sion terpanah dengan nomor dua empat. Lalu selanjutnya mengetuk hati Sion untuk mengajak beberapa orang tinggal bersama. Tak lama kemudian tuhan menurunkan sikap kebaikan Sion pada Jaehee, hingga Jaehee kembali mengajak pelengkap penghuni dua empat.

HOUSE No.24 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang