38. My Hero

1.5K 189 81
                                        

Halloww!!!
Aku update nih, siap naik wahana roller coaster taman bermain Imajinasi Mimi ga???

Jangan kapok dari chap-chap sebelumnya yaaa. Ku buat senang lalu sedih, setelah itu senang lagii. Emosi kalian aku permainkan 🤗.

HAPPY READING SEMUAAA













"Jee ... "

Suara gemas yang mampu mengalihkan fokus Jaehee yang kini tengah membereskan tempat tidur. Seorang balita bermata bulat, kesayangan Riku itu berdiri di gawang pintu dengan buku bergambar animasi. Jaehee melambai, isyarat agar si kecil masuk kedalam kamar.

"Mau Jeje bacakan cerita sebelum tidur?" ucap Jaehee. Balita kecil itu tersenyum senang saat Jaehee memangkunya, mendudukkan si kecil diatas kasur yang empuk.

"No, ayah sudah bacakan." jawab sikecil. Jaehee mengernyit bingung. Lalu untuk apa Iyo kemari dengan membawa buku cerita?

"Lalu? Iyo mau bobo sama Jee?" Iyo menggeleng sebagai jawaban. Tangan mungilnya membuka buku cerita tersebut. Menunjuk sebuah gambar seorang anak dan seorang Ayah.

"Ini Iyo, Ini Ayah. Betul?" tanya si kecil.

"Iyo pintar sekali. Betul, ini Iyo sama Ayah. Begitupun Uya sama Papa." jelas Jaehee yang kini memangku Iyo. Tubuh mungil itu mengeluarkan wangi bayi yang sangat membuat candu. Tak bosan-bosan Jaehee memeluk bahkan menciumi Iyo dan Uya.

"Jee ada Iyo?" suara berat terdengar dari luar kamar. Mengusik kegiatan Jaehee dan Iyo.

"Jee yo mawu sembunyi." ucap Iyo dengan cepat. Balita bermata bulat itu segera menyembunyikan diri menggunakan selimut. Jaehee tertawa melihat tingkah jahil Iyo. Setiap ayah dan anak punya warnanya sendiri.

"Jee, ada Iyo gak?" tanya Riku saat telah memasuki kamar Jaehee.

Tangan Jaehee menunjuk gundukan disamping guling. Riku diam sejenak sebelum mengerti maksud dari Jaehee. Tak jauh berbeda, Riku pun tertawa pelan. Kepalanya menggeleng pelan melihat tingkah putra angkatnya itu.

"Eum gak liat. Iyo kemana ya?" ucap Jaehee. Selimut yang membungkus Iyo bergerak, bahkan terdengar kekehan kecil dari sana.

"Duhh Iyo dimana ya? Tadi ayah udah cari sana-sini tapi ga ada." ucap Riku dengan suara yang terdengar sedih.

"Boy?! Kamu dimana? Masa ayah bobo sendiri sih!" tambah Riku.

Jaehee menutup mulutnya dengan tangan. Hubungan Ayah dan Iyo ini memang sesuatu sekali. Keduanya saling menjahili, tapi tetap terlihat dekat. Bahkan sangat dekat.

"Iyoo keluar dong, ayah sedih nih heum..." ucap Riku kembali.

"BAAA!!!" teriak Iyo sambil menyibak selimut. Tawa riang mengisi setiap sudut kamar Jaehee. Tawa yang terdengar begitu lucu dan menular. Buktinya saat ini Jaehee dan Riku ikut tertawa.

"Anak ayah disini ternyata!" sambut Riku.

"Hihihi Yo cembunyiii ayahh!" jawab si kecil yang Masih tertawa. Terlihat sangat menggemaskan. Riku tak tahan, dia membawa putra angkatnya kedalam pelukan.

"Kenapa sembunyi heum? Ayah nyari kamu! Mau tidur juga masih sempetnya jahilin Ayah ya kamu!" dengan gemas Riku menjawil hidung Iyo. Bukannya protes, balita itu malah semakin mengencangkan tawanya.

"Iyoo sayanggg Ayah banyak-banyak!" ucap si kecil.

"Bobo dicini ya? Boleh kan ayah?" pinta Iyo. Permintaan kecil, tentu saja Riku tidak keberatan dengan hal itu. Tapi ini kamar Jaehee, tentunya Riku harus mendapat ijin sang pemilik kamar.

HOUSE No.24 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang