8. Godaan Iman

9.9K 482 9
                                        

Jejak rasa update pertama kali di karyakarsa ya gaes. Yang mau baca lebih cepat update nya kesana aja dulu yaa.

Raka meneguk ludah nya menatap tubuh Ayu yang sudah berganti pakaian.

Dalam cahaya temaram yang berasal dari lilin. Raka masih bisa melihat tubuh polos Ayu yang hanya mengenakan pakaian tidur yang sangat terbuka itu.

"Ah nyaman nya," desah Ayu senang merebahkan tubuh nya di samping Raka.

Wangi tubuh Ayu bahkan sampai ke hidung Raka. Aroma yang memabukkan dan mampu membuat nya terlena.

"Mari tidur. Selamat malam."

Ayu tersenyum santai seolah sikap nya barusan tidak membuat efek apapun terhadap Raka di samping nya.

Tidak perlu menunggu lama. Ayu pun tertidur terbukti dari nafas nya yang teratur. Dan salahkan penglihatan Raka yang lancang melihat bagaimana dada Ayu naik turun.

Raka tidak bisa tidur. Ia mengusap wajah nya. Ia sudah berusaha untuk tidak menoleh kan mata nya ke samping namun apa yang di lakukan nya sekarang. Raka terang-terangan menatap wajah istri nya.

Ia seolah tidak percaya Tuhan memberikan seorang istri yang cantik rupa nya. Lihat saja tidak ada celah kecacatan pada wajah cantik Ayu. Mata bulat yang sering melotot kepadanya dengan bulu mata lentik yang memberikan kesan semakin mempesona. Hidung mancung bak perosotan. Jangan lupakan bibir mungil yang sering melontarkan kata-kata yang membuat Raka terkadang pusing di buat nya.

Raka menahan nafas saat tiba-tiba Ayu menghadap ke arah nya. Jarak wajah mereka pun berdekatan. Bahkan Raka bisa merasakan hembusan nafas Ayu tepat di wajah nya.

Raka mengangkat tangan nya ingin menyampirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Ayu. Namun tangan nya mengudara dan kembali ke tempat semula.

Sial!

Raka mengumpat dalam hati saat mata nya lagi lagi telah lancang menatap belahan dada Ayu yang menyembul. Nafas Raka pun menjadi berat. Sesuatu dalam dirinya terbangun setelah sekian lama tertidur.

Raka memejamkan mata. Ia menghirup udara sebanyak banyak nya dan berharap semoga pagi segera datang menjemput.

*****
Ayu terbangun dari tidur nya. Ia berdiam sembari mengumpulkan nyawa. Sekelebat ingatan mampir di benaknya. Sontak Ayu menoleh ke samping dan tidak menemukan Raka.

Ayu bangkit dan duduk dari kasur nya. Matahari masuk melakui celah jendela kamar. Ayu segera turun dari dipan tua itu. Ia membuka jendela kamar dan kamar seketika berubah terang.

Ayu keluar dari kamar. Ia mencari keberadaan Raka. Di ruang tamu tidak ada siapa siapa. Ayu pun ke belakang. Ia melihat Raka sedang olahraga dengan bertelanjang dada di atas batu.

Gerakan push up Raka terpantau dalam penglihatan Ayu. Bagaimana otot lengan Raka bekerja. Ayu tidak menyangka ternyata Raka mempunyai bentuk badan yang di idam idamkan para kaum hawa.

Keringat yang menetes pun membuat Ayu seketika terpesona.

Saat Raka menoleh ia terkejut melihat Ayu yang bersedekap dada bersandar di pintu sembari menatap nya.

Raka segera menyudahi kegiatan nya dan bangkit berdiri.

"Kenapa berhenti?" Ayu menghampiri Raka yang sedang meneguk minuman nya.

"Ada apa?" Raka malah balik bertanya.

Ayu menaikkan alis nya. "Tidak ada. Memang kenapa?"

Raka terdiam lalu menatap Ayu tanpa bicara sebelum masuk ke dalam rumah.

JEJAK RASA |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang