Ayu mendengar suara motor Raka memasuki halaman. Ia segera bangkit dari rebahan dan membuka pintu.
Ayu tersenyum lebar saat Raka sudah turun dari motor nya.
Begitu Raka sudah berada depan pintu Ayu langsung memeluk pinggang suami nya.
"Kangennn," ujar Ayu manja. Raka tertawa pelan.
"Ayo masuk! Nggak enak di lihat orang di depan pintu."
Ayu cemberut. "Biarin sih. Nggak ada juga yang lihat lah di sini sepi."
Raka mengecup kening Ayu. Ia menutup pintu.
"Abang bau loh. Keringatan."
"Nggak papa. Aku tetap suka kok."
"Abang mandi dulu ya!" Ayu mengangguk. "Aku siapin baju di kamar ya."
Raka mengangkat jempol nya sembari berlalu. Seharian ini Ayu sibuk membersihkan kamar Raka.
Mereka sudah sepakat kalau Baju Raka bakal di pindahkan ke kamar Ayu. Sejak malam itu mereka juga sudah tidur satu ranjang dan sekamar.
Ayu mengambil kaos dan celana pendek Raka sekalian dengan daleman nya. Ayu menangkup pipi nya saat teringat ia juga yang mencuci pakaian Raka termasuk pakaian dalam Raka sendiri. Awal awal ia mendadak malu karena itu bagian pribadi.
Ayu mengambil handuk dan mengantarkan ke kamar mandi.
"Abang handuk nya."
Pintu kamar mandi terbuka. Raka mengulurkan tangan nya. Begitu Ayu selesai menyerahkan handuk Raka kembali menutup pintu.
Ayu mengerucutkan bibir nya. "Aisshh. Bilang makasih kek," gumam Ayu pelan. Ia kembali ke depan.
Tidak lama Raka sudah selesai mandi. Ayu tetap di sofa menyaksikan siaran televisi yang di tonton nya.
Raka keluar kamar dengan wajah segar. Ia langsung memeluk erat tubuh Ayu dan melayangkan ciuman bertubi tubi di wajah istri nya.
"Abang yang mandi tapi kamu yang wangi." Ayu tergelak. Ia menyandarkan punggung nya di dada Raka.
"Perempuan itu harus wangi sepanjang hari. Biar pasangan nya betah kalau mau peluk," sahut Ayu.
"Hhm.."
"Bukti nya Abang betah kan ah tidak, lebih tepat nya candu meluk aku kan?" Ayu memicing. Ia menatap Raka dan penasaran dengan jawaban suami nya.
"Siapa bilang?"
"Nggak perlu ada yang bilang. Bukti nyata tidak perlu di ragukan lagi."
Raka tersenyum. Memang benar apa yang di ucapkan Ayu. Ia memang kecanduan memeluk tubub istri nya.
Raka menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Ayu membuat istri nya gelinjangan karena geli.
"Geli..,hahah...,geli." Ayu berusaha lepas dari Raka. Namun pelukan Raka sangat kuat.
Ayu menjerit begitu Raka berhasil membuat tanda di leher nya.
"Wow hasil nya sangat sempurna." Raka memandang takjub leher putih Ayu yang sudah berjejak.
"Yang kemaren aja belum hilang. Udah Abang buat lagi."
"Bagus loh sayang."
"Iya bagus. Tapi kalau keluar malu ada yang lihat."
"Siapa pula yang lihat. Kita cuma berdua di rumah."
Ayu memutar bola mata nya malas. "Bosan loh sebenarnya di rumah. Main yok!"
"Kemana?" Raka mengusap rambut istri nya. Ia senang melihat Ayu bermanja manja kepada nya.
"Kemana aja yang penting nggak di rumah."
KAMU SEDANG MEMBACA
JEJAK RASA |
RomansaFollow dulu akun ini sebelum baca yaa!! Dunia Ayu Sekar Wangi jungkir balik! Dalam sekejap mata dirinya sudah berstatus sebagai istri dari laki-laki pilihan sang Kakek sebagai permintaan terakhir beliau sebelum menghembuskan nafas di dunia ini. Ayu...
