35

7.5K 373 24
                                        

Di karyakarsa udah bab 48 yah.. yang mau baca di sanaa bolehhh biar nggak nunggu nunggu debar debarr yaa..

Happy reading!

Rumah Ayu sejak pagi sudah di penuhi oleh orang orang yang di panggil Raka untuk membantu memasak dan mempersiapkan acara syukuran pernikahan mereka nanti siang sehabis jum'at nanti.

Tenda tenda sudah terpasang di halaman rumah. Karpet pun sudah di gelar. Ayu sejak tadi sibuk hilir mudik memastikan kalau tidak ada kesalahan. Ia tidak mau nanti ada yang kurang.

"Bu bos di luar Bapak bapak minta kopi." Lala menghampiri Ayu yang sedang mengeluarkan piring dan peralatan pecah belah milik peninggalan orang tua Raka.

"Oh yasudah langsung buatkan saja La."

"Iya Bu Bos."

"Oh ya La. Suami saya tadi dimana ya?"

"Ada di luar lagi ngobrol sama yang lain."

"Bilangin kalau saya manggil ya, La."

"Beres Bu Bos. Ada lagi?"

Ayu menggeleng. "Tidak ada. Itu saja."

Lala mengangguk ia kemudian segera ke dapur membuatkan kopi. Di dapur dan halaman belakang ramai Ibuk ibuk yang sedang memasak. Ayu tidak menyangka kalau sebanyak ini yang datang membantu nya memasak.

Ada yang masak Rendang daging yang di beli Raka tadi subuh. Ada juga yang goreng ikan, buat sambal cumi juga. Pokok nya semua bahan yang di beli Ayu di pasar di masak semua hari ini.

Bahkan Mak Tuo Lala juga datang dan beliau di minta Ayu untuk buat gulai bukek Rebung yang di beli kemaren.

"Ini sudah semua Uni?" Ayu tersentak saat seorang Ibuk datang.

"Iya Buk. Hanya ini. Masih kurang nggak ya?"

"Kayak nya nggak deh. Ini udah banyak. Nanti bisa kita kondisikan Uni. Saya bawa ke belakang untuk di cuci dulu ya."

"Iya silahkan Uni. Terima kasih."

"Aduh jangan bilang Terima kasih dulu Uni. Saya saja belum mencuci nya."

Ayu tersenyum hanya mengangguk.

"Ibu nama nya siapa?"

"Panggil saja Lela."

"Baik Buk Lela."

Ayu kemudian menutup pintu lemari dan berdiri.

"Sayang."

Raka menghampiri Ayu. Ia segera membantu Ayu yang hampir tersungkur.

"Hati hati."

Ayu mengangguk. "Di kamar aja Bang."

Raka mengangguk. Mereka masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi kasur.

"Ada apa? Tadi Lala bilang kalau kamu manggil Abang?"

Ayu mengangguk. "Aku baru ingat kalau kita beli air minum yang kemasan gelas itu saja bang. Ribet kalau harus masak air juga. Itu saja sudah berapa dandang sejak tadi sudah hampir habis lagi."

"Boleh. Kenapa nggak ingat ini ya kemaren."

"Minta tolong Jeki atau Bobi yang beli Bang."

"Iya biar Abang suruh mereka beli sebentar. Ada lagi nggak yang mau di beli. Sekalian saja."

"Oh iya ada. Tisyu juga."

Ayu kembali berpikir apa sekiranya yang kurang.

"Ah amplop juga belum. Untung saja ingat," ujar Ayu cepat.

JEJAK RASA |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang