Bab 24-25

8.8K 444 28
                                        

Ayu baru selesai memasak untuk makan siang. Raka sejak subuh tadi sudah pergi. Kata nya ke pasar pergi mengantar bawang merah yang sudah kering dan siap di jual.

Tapi sampai sekarang. Matahari sudah berada tepat di atas puncak kepala, Raka belum juga pulang.

Untuk mengusir kebosanan nya. Ayu memilih memasak tiga menu sekaligus. Ia tidak tahu entah cocok di lidah Raka atau tidak yang jelas dia masak. Tujuan nya juga agar ia terbiasa dan cepat pandai belajar masak. Setidak nya memasak untuk dirinya dan Raka saja dulu.

Bunyi ketuk pintu dan suara orang memanggil mengalihkan perhatian Ayu dari ikan ikan hias nya yang berenang dalam akuarium yang di belikan Raka.

"Iya tunggu sebentar."

Ayu menatap seorang Ibuk ibuk bergamis tersenyum.

"Oh ini siapa? Raka nya ada?"

"Tidak ada di rumah Buk. Saya Ayu istri nya."

Raut wajah Ibuk itu terkejut.

"Istri?" Ulang nya. Ayu mengangguk.

"Kapan menikah nya? Saya benar benar terkejut mengetahui kalau Raka sudah menikah."

"Kami menikah di jakarta Buk. Baru sebulan ini. Silahkan masuk dulu Buk!"

"Ah ya terima kasih. Ibuk itu duduk di sofa.

"Saya buatkan minum sebentar."

Ibuk itu menggeleng. "Tidak usah. Saya tidak minum. Saya ke sini mau memberikan undangan ini."

Ayu menatap sebuah undangan di letakkan di atas meja.

"Anak saya menikah. Saya harap Nak Ayu dan Raka bisa datang nanti resepsi nya."

"Ah iya. Baik Buk. Nanti akan saya sampaikan."

Si Ibuk tersenyum. "Oh ya, saya Mida. Nanti kalau Raka bertanya bilang saja saya kesini."

"Baik Buk."

"Kalau begitu saya permisi ya. Saya juga harus mengantar undangan lagi."

"Iya, Buk. Hati-hati di jalan, Buk."

"Iya Nak Ayu."

Saat Bu Ayu mau naik motor ternyata Raka juga pulang. Mereka tampak bicara sebentar. Ayu memperhatikan sampai Raka memarkir mobil nya di garasi.

"Kok baru pulang?"

Ayu langsung bertanya. Ia penasaran sekali kenapa Raka baru siang pulang padahal berangkat nya sejak subuh.

"Iya, tadi saya ada urusan dulu di luar."

Raka menyerahkan kantong kresek besar kepada Ayu.

"Apa ini?"

Raka tidak menjawab. Ia langsung ke dapur. Tenggorokan nya haus. Ayu membuka kantong kresek tersebut dan melihat isi nya.

Ternyata buah buahan. Ayu tersenyum ia memang membutuhkan buah buahan saat cuaca sedang panas sekarang ini.

Raka kembali keluar. Ia seperti mengambil sesuatu dari dalam mobil. Ayu melihat Raka tampak mengangkat kardus besar. Dari tampilan nya seperti Kipas angin.

"Kipas angin baru?"

"Hm."

"Wah mantap. Ac nggak sekalian?"

"Kamu pikir rumah yang tidak berloteng ini cocok di kasih ac?"

Ayu langsung menengadah melihat atap rumah dan kayu kayu sebagai penahan nya.

Wajah Ayu tersenyum malu.

"Pakai ini saja dulu."

"Oke."

JEJAK RASA |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang